four

4.6K 299 14
                                        

Istirahat pun tiba.

Xiao Zhan menatap kotak bekal berisi kue itu enggan. Melangkahkan kakinya menuju ruangan Yibo. Shit. Dia melupakan sesuatu? Tapi apa itu?.

Tok.
Tok.
Tok.

"Pak!" Panggil xiao Zhan berteriak. Menggebrak pintu itu kasar seperti orang kesetanan.

Ren min yang melihatnya pun mendekati xiao Zhan. "Kau xiao Zhan?" Tanya Renmin.

Xiao Zhan menoleh. "Ya? Siapa?"

"Oh, mencari mr. Wang?" Tanyanya sedikit tidak suka pada xiao Zhan.

"Ya." Jawab xiao Zhan ketus.

Clekk.

Pintu terbuka lebar. Menampilkan sesosok Wang Yibo dengan wajah khas dingin seperti biasanya. Xiao Zhan mencibir dalam hati. Dasar triplek.

"A-..." Ucapan Yibo terpotong melihat ren min dan xiao Zhan. Pria itu bergantian menatap keduanya.

Xiao Zhan mendengus. "Pak!" Panggil xiao Zhan ketus.

Yibo menghela nafasnya. "Masuklah. Ada apa?" Tanya Yibo pada renmin yang terlihat kikuk.

Ren min menggeleng, melesat pergi meninggalkan orang yang disukainya sejak dulu. Yibo menatap kepergian Renmin tanpa minat. Langsung menutup pintunya setelah memastikan si kelinci cerewet itu sudah masuk kedalam.

"Lama sekali membuka pintu." Cibir xiao Zhan mendudukkan dirinya di sofa empuk milik bosnya.

"Mn. Apa ini?" Matanya melihat kearah kotak bekal xiao Zhan. Saat xiao Zhan membukanya matanya jadi berbinar melihat kue nastar kesukaannya.

"Ini. Dari mama. Mama memaksaku untuk memberikannya padamu. Makanlah. Aku pergi." Xiao Zhan memberikan kotak itu pada yibo, tangan xiao Zhan di cengkal oleh Wang yibo.

Keningnya mengeryit tidak paham "apa?"

"Temani aku makan."
"Kau juga makan." Yibo mendudukkan xiao Zhan disampingnya. Mengambil satu kue nastar itu lalu memakannya.

Em. Rasanya sangat enak.

Xiao Zhan menggeleng. "Kau saja. Aku sudah. Mama membuatkannya untukmu" tolak xiao Zhan. Xiao Zhan mengambil ponselnya dari dalam saku. Memainkannya sebentar saat Yibo asik memakan kue buatan mamanya.

Yibo menjadi tidak enak. "Aku mempunyai sesuatu untukmu." Ujar yibo tiba-tiba.

Xiao Zhan menoleh dengan wajah polosnya. "Apa?"

"Ini" Yibo memberikan kotak berukuran sedang itu pada xiao Zhan. "Bukalah"

Xiao Zhan sendiri masih bingung, kenapa si sinting ini memberikannya kado secara tiba-tiba? Dia sedang tidak ulang tahun. "Aku tidak ulang tahun."

"Buka dulu."

"Ck" xiao Zhan berdecak. Membuka bungkusan hitam tersebut. Matanya berbinar melihat handset yang bewarna sama seperti miliknya yang sudah mati.

"KAU MEMBELIKANNYA UNTUKKU?!!" pekik xiao Zhan berbunga-bunga.

Yibo tersenyum tipis dan mengangguk. Ia suka melihat wajah girang xiao Zhan. "Mn."

"WAHHH! Terimakasih. Hutangmu ku anggap lunas." Tanpa sadar xiao Zhan memeluk Yibo dan segera melepaskannya. Melanjutkan acara membuka box baru yang berisi handset kesayangannya itu.

Sedangkan yibo berubah menjadi kaku. Pelukan itu... Sialan.

"Bagus sekali. Aku menyukainya. Terimakasih. Kau memang yang terbaik sinting." Xiao Zhan mengacungkan jempolnya.

My Handsome Lecturer (yizhan) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang