"Kamu penuhi kebutuhan saya di ranjang, saya penuhi kebutuhan foya-foya kamu."
"Dasar cowok sintingggg!"
•••
Dilarang pulang malam malah pulang pagi?!
Akibat kebebalan diri sendiri, Steffie Gunawan dipaksa menerima kenyataan ketika kedua orang tuan...
Jangan lupa comment tanggapan kamu tentang part ini! Jangan lupa Follow buat dapet notifikasi updatetan selanjutnya.
Capek tapi harus semangat buat biaya kuliah tahun depan🥲
Oh iya jangan lupa follow instagram aku ya, @gigi.ochiata
Happy reading😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah gak usah di pikirin, kalau kamu di marahin bilang aja ke aku."
Sean berusaha menenangkan Steffie yang sedari tadi gundah. Gadisnya takut jika sang ayah akan mengomelinya mengingat dia masih belum mendapatkan ijin untuk berpacaran.
Uniknya Steffie masih bisa gusar sambil menghabiskan dua roti yang tadi sempat mereka beli. Sean merasa semua yang di lakukan oleh gadis itu sangat ajaib.
"Emang kakak mau apa kalau aku bilang?" Ucap Steffie yang masih belum berhenti cemberut lucu.
"Mau ijin ke papa kamu, om saya suka sama anaknya." Goda Sean
Blush!
Dapat dia lihat semburat merah di pipi Steffie, gadis itu terlihat manis saat pipinya memerah, haruskah dia menggoda kekasihnya lebih sering?
"Papa aku kadang galak tau kak." Balas Steffie menakuti.
"Papa kamu galak karena sayang sama kamu. Tenang aja ya, habis ini filmnya mulai nih masuk ke cinema yuk."
Mereka berdua akhirnya melangka memasuki cinema 4 tempat dimana film yang akan mereka tonton di tayangkan.
Mereka sepakat menonton film horor, kebetulan keduanya penikmat film horor. Ini sebenarnya aneh sekaligus menyenangkan ketika mengingat mereka berpacaran tanpa mengetahui kebiasaan dan sifat masing-masing. Bisa dibilang yang mereka lakukan cukup implusif dan nekat. Tapi mengenal dan menunjukkan tentang sifat, karakter dan kegemaran secara perlahan seperti ini juga cukup menyenangkan.
"Takut?" Bisik Sean saat merasakan kekasihnya bersembunyi di lengan kirinya.
"Takutlah, tapi aku suka nonton film horor." Ucap Steffie dengan sedikit terkejut saat ada jumpscare
Sean tersenyum tipis sambil mengelus pipi Steffie. Dia merasa nyaman dengan apapun yang gadis itu lakukan, padahal dulu dia menyukai gadis tomboy yang pemberani karena menurutnya unik. Siapa sangka dia justru merasa nyaman dengan gadis manja seperti Steffie, pemuda itu merasa keduanya menjalani hubungan tanpa menutupi apapun, semua yang Seanntunjukan pada Steffie adalah sifatnya sebenarnya, begitupun sifat yang Steffie tunjukkan pada Sean.
Tak terasa film itu telah selesai, dapat Sean lihat Steffie yang masih sedikit tegang akibat film yang mereka lihat.
"Gila jelek banget setan biarawatinya."
Mendengar itu Sean tertawa lirih tak menyangka hal itu keluar dari mulut orang yang sedari tadi menjerit ketakutan.
"Jadi kamu takut karena dia jelek?" Tanya Sean sambil merapihkan rambut gadis yang duduk di samping kirinya.