"Kamu penuhi kebutuhan saya di ranjang, saya penuhi kebutuhan foya-foya kamu."
"Dasar cowok sintingggg!"
•••
Dilarang pulang malam malah pulang pagi?!
Akibat kebebalan diri sendiri, Steffie Gunawan dipaksa menerima kenyataan ketika kedua orang tuan...
Follow wattpad @gigiistories untuk bisa baca sampai tamat Follow instagram @gigi.ochiata untuk info spoiler bab selanjutnya.
Happy reading😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Clek!
Deg! Steffie yang tengah asik menonton film di kejutkan dengan bunyi kamar yang di buka.
Di sana kepala Sean menyembul masuk dari celah kecil pintu yang di buka. pria itu memberi seulas senyum kecil untuk menyapa Steffie.
"Kan udah gue bil-"
"Saya cuma mau kasih ini."
Steffie berhenti protes saat Sean menyodorkan satu kantong besar berisi berbagai macam makanan kesukaannya.
"Lo nyogok gue?" Cerca Steffie mencurigai.
Jujur, Steffie tidak ingin menolak itu. Tapi saat ini Steffie sedang melakukan aksi ngambek dengan Sean.
Dia tidak ingin terlihat gampangan karena luluh dengan makanan yang di beri Sean.
"Gak, saya habis makan di luar dan pas lihat itu keingat kamu. Saya taruh meja ya."
Dengan hati-hati Sean melangkah masuk untuk menaruh kantung itu di meja belajar Steffie.
Namun baru beberapa langkah, Steffie sudah bersuara lagi. "Gue gak bilang mau nerima ya." Ucap Steffie sinis mencegah Sean masuk lebih dalam.
"Terus siapa yang mau makan? Kamu kan belum makan siang, makan malam juga belum. Saya gak mau kamu sakit stef."
Tidak tau saja Sean, padahal sedari tadi Steffie telah menghabiskan sekotak besar pizza. Yah walau nyatanya tak mampu membuat kenyang dirinya.
"Sok banget lo! Semalem juga lo udah nyakitin gue."
Huft, ini tidak akan mudah. Sayangnya Sean tidak berniat berdebat lebih lama dengan Steffie.
Dia menghindari kemarahan Steffie yang akan menjadi berlarut larut.
"Saya taruh meja, kalau kamu gak mau buang aja." Ucap Sean telak.
Di letakkan kantung yang dia bawa tepat di sisi tas Steffie.
Setelah itu Sean segera keluar tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi.
Masa iya dia harus membuang makanan yang tampak menggiurkan itu, Steffie tidak tega jika berurusan dengan dengan makanan kesukaannya.
"Yaudah deh gue makan aja, tapi ini terpaksa biar gak mubazir. Aduhh ngerepotin perut gue aja Sean."
Sengaja Steffie mengeluh agak kencang agar bisa di dengar Sean, kebetulan bayangan kakinya masih terlihat di depan pintu.
Berbeda dengan Steffie yang tengah memakan ayam dan martabak daging kesukaannya dengan senyuman lebar, Sean justru tertunjuk sedih di depan pintu kamar Steffie.