"Kamu penuhi kebutuhan saya di ranjang, saya penuhi kebutuhan foya-foya kamu."
"Dasar cowok sintingggg!"
•••
Dilarang pulang malam malah pulang pagi?!
Akibat kebebalan diri sendiri, Steffie Gunawan dipaksa menerima kenyataan ketika kedua orang tuan...
Kalau kalian ketemu video atau cerita wattpad yang seru seringrekom ke temen gak?
Temen aku sih tadi ngerekomin ke aku cerita Ada apa dengan mantan tapi aku pura-pura gak tau aja😂
Padahal aku yang ngetik✌🏻🤭
Maaf ya habis aku malu ehek🙈
Kalau punya temen seleranya sama sih enak ya kalau bagi bagi hobby atau bacaan yang sama.
Happy reading😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Steffie sedang duduk melamun sambil menatap langit di luar jendela.
Rasanya bosan sekali. Seusai makan bersama siang tadi Sean langsung pergi kekantor. Kebetulan dirinya juga sudah tak ada kelas lagi.
Sean, pria itu melarang Steffie pergi dari apartemen tanpa seizinnya. Yahh baiklah toh dia sedang malas kemana mana.
Rasanya masih asing bagi Steffie.
Mungkin dulu dia pernah ke apartemen ini, tapi dengan suasana hati gembira berbeda dengan saat ini, perasaannya terasa kesal, marah, dan kecewa.
Mari bayangkan! Setelah di hianati mantan kekasihnya, kedua orang tua Steffie yang mengetahui perselingkuhan itu malah menjodohkan dan mempercayakan dirinya kepada lelaki yang sudah menghancurkan hatinya.
Pikirannya melalang buana tentang bagaimana masa depannya. Apakah kedua orang tuanya sudah tak menyayangi dirinya?
Steffie tak bisa membayangkan jika nanti dia menikahi Sean lalu memiliki anak dan pria itu berselingkuh!
"Aaaa! Enggak!" Di gelengkan kepala kecilnya untuk menghalau imajinasi suram di otaknya.
"Gue harus ngomong sama mama."
Saat akan bangkit dia mendengar suara pintu apartemen terbuka.
Clek!
'jam berapa ini?' batin gadis itu sambil menengol pada jam di ponselnya. 'oh udah jam 4, cepet banget sampeknya.'
Di ayunkan kaki rampingnya keluar dari kamar. Dapat dilihatnya Sean yang telah mengendorkan dasi duduk bersandar di sofa dengan mata terpejam dan nafas sedikit terengah.
"Udah pulang?" Tanyanya basa-basi.
Tak ada jawaban! Sombong sekali pria itu! Steffie jadi semakin yakin untuk tidak menikah dengan Sean!
Tak ingin ambil pusing, gadis itu akhirnya melangkah menuju dapur tanpa memperdulikan Sean yang terkulai.
Tapi belum juga tiga langkah, sebuah suara lirih menghentikan langkahnya "Tolong..."
Steffie menolehkan kepalanya pada pria yang masih pada posisi bersandar sambil memejamkan mata.
"Lo sakit?!" Perasaan tadi siang kondisi pria itu baik-baik saja.