"Kamu penuhi kebutuhan saya di ranjang, saya penuhi kebutuhan foya-foya kamu."
"Dasar cowok sintingggg!"
•••
Dilarang pulang malam malah pulang pagi?!
Akibat kebebalan diri sendiri, Steffie Gunawan dipaksa menerima kenyataan ketika kedua orang tuan...
Jangan lupa comment tanggapan kamu tentang part ini! Jangan lupa Follow buat dapet notifikasi updatetan selanjutnya.
Happy reading😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sabtu pagi yang di tunggu seorang ayah dari putri tunggal pun datang. Jujur Ardi menantikan hari ini untuk bisa lebih yakin dengan penilaian sekilas terhadap kekasih putri semata wayangnya.
Pagi ini baik dirinya maupun sang istri telah rapi sambil menanti kedatangan Sean kekasih putrinya di ruang tengah.
"Nanti jangan tanya aneh aneh sama kak Sean ya ma, pa." Peringat Steffie saat memasuki ruang keluarga.
"Udah berangkat pacar kamu?"
Ucapan Steffie tak di gubris, papanya malah mengajukan pertanyaan lain yang membuat gadis itu mencebikkan bibir tipisnya.
"Udah, dia ngabarin aku tadi pas mau berangkat." Jawabnya yang di angguki kedua orang tuanya.
"Mama masak apa?"
Di alihkan atensinya pada sang ibu yang duduk sambil mengutak atik ponselnya.
"Masak ayam kari, rendang, capjai."
Steffie membulat kan bibirnya untuk merespon, tak lama kemudian ada suara motor Sean yang berhenti di depan gerbang rumah. Secepat kilat gadis itu melangkah untuk membukakan gerbang untuk kekasihnya.
"Hai, masukin aja kak motornya."
Sean tersenyum melihat wajah ceria kekasihnya. Pemuda itu memasukan motornya kemudian menstandarkan dan memeluk sekilas pacar kecilnya.
"Aku sedikit gugup." Ucap Sean yang membuat gadis di hadapannya terkekeh.
"Kayaknya kita gak akan kena omel."
Sean menaikkan satu alisnya, benarkah? Selama perjalanan Sean merasa gugup, dia baru pertama kali berkenalan dengan keluarga gadis yang dia pacari.
Kedua kemudian melangkah masuk bersama, Sean membiarkan kekasihnya melangkah lebih dulu guna memandu. Di ruang tengah rumah itu dapat Sean lihat kedua orang tua Steffie yang telah menanti.
"Selamat pagi om, tante. Saya Sean pacarnya Steffie." Ucap Sean ramah, berinisiatif untuk memperkenalkan dirinya.
"Selamat pagi, duduk nak Sean jangan sungkan-sungkan."
Setelah di persilahkan Sean akhirnya mendudukkan diri di samping Steffie, jarangnya mere tidak dekat namun tak terlalu jauh juga.
"Terima kasih om udah ngundang saya kesini."
Ardi tersenyum, dia suka pemuda di depannya ini, sangat sopan, ramah, dan tau tata krama.
"Om dong yang harusnya terima kasih karena kamu udah mau main kerumah." Ada sedikit jeda sebelum Ardi melayangkan pertanyaan kembali "Sean kalau boleh tau kalian berdua mulai pacaran sejak kapan?"