"Kamu penuhi kebutuhan saya di ranjang, saya penuhi kebutuhan foya-foya kamu."
"Dasar cowok sintingggg!"
•••
Dilarang pulang malam malah pulang pagi?!
Akibat kebebalan diri sendiri, Steffie Gunawan dipaksa menerima kenyataan ketika kedua orang tuan...
Aku kasih spesial buat hari ini, part kali ini lebih panjang dari part lainnya. Dan kalau aku gak males, tengahmaleman aku mau revisi part 18 terus upload.
Oh iya sambil nunggu kalian bisa baca cerita baru aku Let's say (i love you) 🥰
Semoga kalian happy sama update kali ini😉
Aku harap kalian suka sama part ini❣️
Happy reading😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah dua hari Sean di diamkan oleh Steffie. Alasannya sudah jelas perkara adegan panas yang di pergoki oleh kedua mama mereka.
Steffie merasa semua itu adalah salah dari Sean, pokoknya salah Sean! Dia tidak mau di salahkan walaupun dia sedikit menikmati ciuman Sean.
Lupakan! Kalian tau tidak, gara-gara kejadian itu pertunangan mereka jadi sudah di tentukan tanggalnya. Bahkan Sean sempat membela diri melakukan hal mesum itu karena Steffie masih berhubungan dengan Abee.
Duh! Padahal dia dan Abee kan hanya teman biasa, Sean saja yang mudah di bodohi oleh Steffie.
Sean sendiri sudah berusaha untuk meluluhkan kekesalan Steffie, tapi hingga hari ini tak ada hasil.
"kenapa sih mukanya kusut terus, kayak gak suka banget pertunangan kita di percepat." Ucap Sean yang mendudukkan diri di sisi Steffie.
Saat ini keduanya sedang berada di ruang tengah, Steffie sedang menonton acara music di televisi dan Sean memutuskan ikut bergabung sekaligus berusaha membujuk gadis itu.
Sean heran dengan Steffie, kenapa gadis itu tidak suka di jodohkan dengan pria yang dulu amat dia kejar.
"lo kan mantan ter buruk gue! masa gue harus senang, bahagia, dan terharu di jodohin sama lo!" Waw, ajaib Steffie akhirnya mau menanggapi Sean.
Melihat respon Steffie yang sudah mau membalas ucapannya, Sean akhirnya memberanikan diri duduk makin mendekati posisi Steffie.
"sok sok an mantan terburuk, inget kamu dulu dapetin saya susah, harus nembak 7 hari 7 malam baru saya terima jadi pacar." Balas Sean tanpa beban
"kambing! Kenapa pake di ingetin lagi?!" Geram Steffie.
Gadis itu mengubah posisi duduk yang awalnya menghadap depan, kini menjadi menghadap Sean.
"Jujur aja deh, lo pake pelet kan?! Nih ya, kalau di lihat sekarang lo tuh biasa aja!" Protes Steffie sambil menunjuk wajah Sean.
Sean melotot di tunjuk tunjuk oleh Steffie, dan apa tadi? Dia pakai pelet?