24 ; Lovin' You Right

22.2K 1.2K 51
                                        

__________

“Sha! Brisha! Arggh, shit!”

Geraman tersirat kemurkaan meluncur, Arzhel menjambak rambut kalut usai teriakannya tak digubris oleh Brisha. Cewek berambut ombak itu meninggalkan perpustakaan, ditarik Gabin yang entah akan membawa ke mana.

Pasca insiden tak senonoh tadi tertangkap basah, menjadi kesalahpahaman fatal bagi Brisha yang memergoki langsung. Dilihat dari sudut pandangnya, Arzhel jelas tengah mencium Mishaila di rak pojok perpus itu.

“Zhel, m-maaf,” cicit Mishaila di sisinya.

Arzhel mendelik. “Puas sekarang, huh?”

“Ng-nggak gitu ... tadi aku nggak sengaja.”

“Sial,” umpat Arzhel muak, mata terpejam nyaris naik pitam. Entah apa yang akan dipikirkan Brisha saat melihatnya nanti.

“Zhel .... ”

“Diam!” gertak Arzhel mendorong kuat bahu Mishaila. Napasnya bergemuruh.

“Mulai besok, jangan minta bantuan gue buat belajar. Cari cowok gampangan lain yang sudi dijadiin mainan.”

Bola mata Mishaila berlinang, merintih kala lengan Arzhel meremas pundaknya hingga timbul memar merah.

“Akhh! S-sakit, Arzhel!”

“Gue peringatin, sekali lagi lo melewati batas, lo bakal tau rasanya mengusik iblis tidur.”

Bisikan penuh penekanan itu sukses membuat Mishaila bergidik horror. Kulitnya pucat pasi, sikap Arzhel saat ini berbeda dengan biasanya. Bahkan seringai tipis tersemat di wajah cowok itu.

“Gue gak tertarik sama cewek selain Brisha. Sampai kapan pun, gue gak ada niat ngelirik yang lain. Jadi buang perasaan bodoh lo, sebelum gue buang sendiri pake cara kasar.”

“M-maaf .... ” cicit Mishaila terisak.

“Ck, maaf lo gak guna. Pergi.”

“Zhel—”

“GUE BILANG PERGI!”

Deg. Terhenyak sekejap, Mishaila buru-buru mengambil langkah pergi. Berlalu dari jarak pandang Arzhel, tak lagi menetap di perpustakaan.

Arzhel sendiri, menghela napas berat. Dia mengusap bibirnya, untunglah tidak bersentuhan dengan Mishaila di rak pojok tadi.

Sebelum kepergok Brisha, Mishaila menjebak Arzhel dengan alasan meminta diambilkan buku di rak atas. Ketika mengambil, tanpa aba-aba Mishaila menghimpit tubuh Arzhel dan berjinjit ingin mencium.

Refleks Arzhel menutup mulut dengan tangan. Sialnya, posisi tersebut tampaknya ambigu di mata Brisha.

Bahkan sekarang, Brisha diajak kabur oleh Gabin. Arzhel muak mengingatnya.

“Sha,” gumam Arzhel parau. “Jangan tinggalin gue. Gue gak sanggup, Sha. Jangan benci gue.”

🕊️🕊️🕊️

“Udahan kali galaunya. Ini cogan masa dianggurin terus.”

“Diem lo, bocil.”

Gabin geleng-geleng, menyaksikan Brisha yang berjongkok murung sambil korek-korek tanah. Sehabis diseret kabur dari perpustakaan, raut Brisha makin suram.

Saat ini, Gabin membawanya ke parkiran sekolah. Sebenarnya cowok itu juga bingung tidak punya tujuan, terpenting menjauhkan Brisha dari Arzhel.

Melihat situasi di perpustakaan yang terasa bergejolak, intuisi Gabin memperingati agar menyeret Brisha pergi.

Moonstruck Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang