__________
Jalan-jalan ke pasar baru
Jangan lupa beli sepatu
Kalau aku bilang i love you
Jawab dong love you too
Tulisan bercetak tebal itu terukir di sebuah karton biru, ditunjukkan oleh Brisha dengan bangganya di depan pintu perpustakaan. Terlihat, cewek itu memegang karton sambil nyengir, tanpa malu.
Sedangkan Arzhel yang hendak masuk perpustakaan, terpaksa diam karena dihadang Brisha. Matanya perih membaca pantun konyol itu.
“Gimana? Sekarang mau jadi pacar gue?” tanya Brisha penuh harap.
Arzhel mengusap wajah gusar, sekilas melirik sekitar yang mulai menonton. Brisha malah mengangkat tinggi karton bertulis pantun itu.
“Minggir, gue mau masuk,” usir Arzhel.
“Sebelum baca buku di perpus, baca dulu mahakarya gue, dong. Hehe,” balas Brisha menunjuk karton.
“Ck, gak penting gue baca. Minggir,” tandas Arzhel geram, urat tangannya menonjol seketika.
“Eitss, makanya jawab gue dulu! Pake senyum dikit.”
“Males.”
“Arzhel ganteng, mau ya jadi pacar Brisha? Hmm? Mau, kan? Ya?” pinta Brisha maju, sengaja membuat ekspresi imut.
“Gak.”
“Ishh, apa susahnya bilang iya, sih?! Lo tinggal pacaran boongan sama gue, bikin kontrak, beres. Lo gak bakal dicap homo lagi, gue juga bisa deket sama Jaziel!”
Sudut bibir Arzhel berkedut kesal. “Gue gak suka hubungan palsu.”
“Oh, maunya asli? Yaudah, anggep aja lo pacaran beneran sama gue! Oke?” Brisha gencar menawar.
“Lo kira gue bercanda?”
“Hah? Ap—”
Kalimat Brisha terpotong, Arzhel tiba-tiba mendorongnya ke dinding. Dorongan keras itu membuat punggung Brisha ngilu, ia makin shock tatkala Arzhel mengurungnya dengan satu tangan.
Kepala Arzhel merunduk, napas segarnya menerpa pori-pori kulit Brisha.
“W-woi, ini depan perpus!” bisik Brisha panik.
“Lo lupa peringatan gue kemarin?” tanya Arzhel menekan.
“Yang mana?”
“Jangan bikin gue lepas kendali, sebelum lo terima akibatnya,” desis Arzhel berhembus tepat di daun telinga Brisha.
Glek. Untuk kesekian kalinya, Brisha teguk ludah.
“T-tapi gak ada cara lain! Cuma ini satu-satunya cara supaya gue bisa deketin Jaziel lagi,” tanggap Brisha murung.
“Lewat gue?” sela Arzhel jengkel.
Brisha angguk-angguk. “Pliss, sebentar aja. Lo sepupunya, kan? Kalo misal kita pacaran, seenggaknya Jaziel gak nolak pas gue deketin dia.”
Arzhel bungkam.
“Gue gak berharap lebih. Jaziel ... harus tau gue selalu berusaha,” lirih Brisha, menunduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonstruck
Novela Juvenil[ END ] 🍭 ROMANCE COMEDY 🍭 Brisha tersenyum tengil. "Lo homo?" Arzhel terkekeh ringan. "Perlu gue buktikan kalo gue bukan homo?" "Yaudah, buktiin," tantang Brisha. "Then, i'll kiss you now." *** Julukan Hot Queen Grenada sudah melekat lama pada di...
