''jadi, kapan kau memulai aksi mu Pho?'' Tanya Harry, lalu ia pun mendaratkan bokong nya di sebelah ku dan mengambil popcorn yang sedang ku dekap ini
''entahlah, aku ingin secepatnya'' jawab ku datar, jujur saja tangan ku sudah gatal melihat foto-foto mesra mereka, that's should be me
kemudian hening, hanya terdengar suara kunyahan popcorn yang renyah dari mulut ku juga Harry,acara tv malam ini tidak begitu menarik untuk di ikuti jalan ceritanya
''Pho, boleh aku bertanya?'' papar nya lalu membalikan tubuh nya
''ya, apa?''
''apa kau pernah mencintai seseorang sebelumnya?-sebelum Niall'' seketika itu juga rasanya tenggorokan ku diisi oleh ratusan popcorn panas, sialan aku tersedak tangan ku mengedar ke arah meja lampu sebelah ku, berharap semoga Harry menyimpan air disana. Untung saja ya dengan cepat aku meneguk air bening itu, berusah melancarkan saluran tenggorokan ku yang sempat tersumpat oleh popcorn, sialan ia menanyakan pertanyaan yang sama sekali enggan ku jawab dengan jujur
''siapa?'' Harry enggan bertele-tele dengan ku yang tiba tiba saja tersedak popcorn, memang dramatis tapi jujur saja itu membuat ku mengingat kesalahan ku kala itu, astaga ya tuhan bukan nya membantu ku ia malah menatap ku dingin, sialan jika saja aku tidak menemukan air sakral ini mungkin aku sudah mati tersedak, mati konyol karena tersedak popcorn dan hidup bahagialah Melissa dengan Niall
tidak akan kubiarkan
''apa kau mau melakukan pembunuhan berencana pada ku hah?!'' suara ku naik setengan oktav, ia menyebalkan sekali bukannya merasa bersalah atau membantu ku malah diam seribu bahasa, Harry menautkan kedua alis nya seperti bertanya pembunuhan berencana? Apa maksud mu?
berusaha mengabaikan nya dan juga pertanyaan nya, aku pun kembali fokus pada tv yang tidak menarik ini
''pembunuhan berencana?'' Tanya nya datar
''kau menaruh air di dekat ku, dan kau sengaja membuat ku tersedak, lalu akhirnya kau membiarkan aku mencari air mu ini. Jika saja aku tidak menemukannya kau hanya akan diam seperti tadi bukan?'' Tanya ku ketus tanpa menatap ke arah nya sama sekali.
''tidak, bodoh.'' Bodoh?
memutar tubuh ku, berusaha menetralkan suasana baiklah aku percaya ia tidak akan melakukan pembunuhan berencana konyol itu, ya karena aku sudah mendidik nya unttuk melindungi ku
baiklah, aku harus bersikap lebih lembut darinya, aku juga harus segera sadar ia bukanlah baymax yang selalu membantu walau ia selalu di bentak-bentak oleh keinji, persetan dengan namanya karena aku tidak bisa mengingat nya. Aku harus sadar bahwa Harry mungkin akan menyadari ini semua walau aku yakin ingatan nya tidak akan kembali, paling tidak ia akan menyadari bahwa ia hanya di perbudak oleh ku sehingga ia akan meninggalkan ku, oh tidak, tidak akan kubiarkan Harry pergi-lagi
''baiklah, akan kujawab pertanyaan mu'' senyum kelinci nya merekah, oh lihat lah betapa rupawan nya keka-mantan-teman lelaki ku ini, ya tuhan rasa nya tenang sekali melihat ia tersenyum seakan akan kesalahan yang sudah kubuat hilang sudah karena senyum nya, tanpa sadar aku pun tersenyum memamerkan deretan gigi ku
''ya aku pernah mencintai seseorang, Harry''
''siapa? Apakah orang itu pernah menjadi kekasih mu?'' oh Harry, ya! Pria berambut keriting itu pernah menjadi kekasih ku!
''umm, tidak'' maafkan aku
''siapa?'' kau
''Zayn'' aku tidak pernah mencintai lelaki ini Harry, percayalah
''Za-Zayn? Wait who?'' bajingan besar yang memisahkan kita-ini salahku
''dia tukang ayam'' hahahahaha
dan dengan itu tawa Harry meledak, tawa ku juga meledak, astaga yang benar saja aku baru saja menyebut Zayn tukang ayam astaga suatu kebanggan untuk Diana!-Phoenix.
''benarkah? Kau pernah mencintai seorang tukang ayam? Astaga selera mu rendah sekali Pho!''
''hey! Ralat, sepertinya aku tidak mencintai nya, hanya sekedar suka'' Harry kembali tertawa, tawa renyah nya membuat ku miris seketika, entahlah
jika Harry ingat Zayn, mungkin ia akan mengamuk dan tak segan mengusir ku keluar dari rumah nya, atau jika Harry ingat-atau tidak meminum cairan itu, dan ia mengingat Zayn, mungkin sekarang ia tidak disini-bersama ku,disamping ku,tertawa bersama ku
aku harus mensyukuri Harry yang mabuk saat itu dan mau meminum minuman yang kuberikan pada nya
langkah k uterus menyusuri ruangan besar dengan lampu warna-warni yang menyinari setiap sudut ruangan ini, dentuman music begitu menyeruak ke telinga ku rasanya gendang telinga ku ingin pecah, nyaris aku tidak bisa mendengar suara ku sendiri
astaga Harry, mengapa ia pergi ke tempat seperti ini?
akhirnya aku pun menemukan Harry, ternyata Nadine tidak membohongi ku tentang keberadaan Harry
dengan semangat yang di lumuri takut aku berlari ke arah nya
tanpa bertanya ''bolehkah aku duduk disini?'' aku langsung mendaratkan bokong ku di kursi di depan Harry yang kosong, tatapan nya kosong dan begitu kacau, rambut curly nya begitu berantakan-ralat,sangat berantakan. Ia berantakan.
kulihat juga beberapa gelas yang kuperkirakan ada 12 gelas di depan Harry yang tidak tersusun rapih, ada yang habis dan ada juga yang sisa sedikit, rasanya sakit melihat keadaan nya seperti ini, jika saja aku tidak melakukan kesalah ini, mungkin tidak akan begini jadinya
''kau-tahu-Jalang-yang-sexy-disini-?'' Tanya Harry pada bartender, dari nada nya saja sudah ku dapati ia mabuk berat, Harry tidak mungkin meniduri Jalang
''banyak sekali bung, lihat mereka semua berkumpul di sana'' tunjuk sang bartender, seakan akan mereka berdua acuh akan kehadiran ku, sialan sekali
''aku-mau-satu'' astaga no Harry!
dengan cepat aku menahan nya yang sudah turun dari kursi nya, mata nya bertemu dengan mata ku, mata hijau nya menjadi gelap sekarang karena cahaya disini begitu banyak warna sehingga bola mata indah nya itu pun berubah ubah
Harry menautkan kedua alis nya, mungkin ia heran mengapa aku menahan nya? Atau mungkin ia tidak mengenali ku
''hey manis, siapa kau?'' hati ku mencelos ke dalam mendengar nya, ia tidak mengenali ku
mata ku sudah sangat-amat-teramat panas melihat keadaan nya yang sekarang mengelus-elus paha ku seperti lelaki mata keranjang yang haus akan sex
aku berusaha tenang dan menerima perlakuan nya, tujuan ku kesini adalah membuat nya kembali pada ku, lagipula Harry sedang mabuk, ia tidak mungkin melakukan ini jika ia tidak sedang mabuk berat
beruntung karena cahaya disini sedikit redup, jadi ia tidak akan melihat mata ku yang berkaca kaca menahan tangis
''Diana, kau siapa?'' nada yang begitu menggelikan pun aku lontarkan, berusaha bersikap senormal mungkin, Harry memberiku senyuman smirk nya, memamerkan dimples imut nya itu, lalu ia kembali terduduk di kursi depan ku ini, tangan nya mengenggam nya sekarang.
paling tidak aku bisa menghabiskan waktu ku dengan Harry malam ini walau ia sedang mabuk
''Hawrry'' papar nya, tawa ku pecah mendengar cara ia menyebutkan nama nya sendiri ia begitu berantakan ketika ia mabuk, tapi kuakui wajah imut nya selalu bertambah jika ia sedang seperti ini
''oh, lebih baik kau diam disini bersama ku. Percaya lah mulut mereka bau'' papar ku, Harry menautkan kedua alisnya berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa perkataan ku benar, namun akhirnya Harry memberi ku senyuman khas nya, oh lihatlah dimples yang sangat cute itu
tak mau terlalu lama menghabiskan waktu, aku pun segera memesan liquor pada bartender di depan ku ini, karena cepat atau lambat efek dari alcohol yang diminum Harry akan hilang, walaupun ia sudah meminum banyak, tapi efek itu akan hilang segera
jika sudah hilang, kapan lagi aku bisa bertemu nya dan menghabiskan waktu seperti ini? Lebih baik aku memberi nya cairan ini dengan cepat, lalu memulai lembaran baru
tak lama, sang bartender pun memberiku segelas liquor, seperti yang Zayn sarankan aku harus menggunakan liquor agar hasil nya sempurna, seperti memberi kode untuk pergi, akhirnya sang bartender pun pergi meninggalkan aku dan Harry di keramaian pub
aku menggeserkan kursi ku agar lebih mendekat dengan Harry
''aku meneraktir mu Liquor, Hawrry'' seru ku, Harry tersenyum lepas mendengar nya
dengan gerakan kilat, ia pun menyambar gelas yang ke genggam sedari tadi, oh tak lupa ia juga mendarat kan tangan kanan nya di paha ku, dalam hati aku berdoa agar cairan ini aman dan hanya menghilangkan ingatan Harry, aku tidak mau kehilangan dia, jika ia mati aku tak akan segan segan melaporkan kejahatan Zayn di depan polisi
''rasanya-a..neh'' tatapan Harry mulai buyar, Harry menerjapkan mata nya beberapa saat. Apakah ini reaksi obat? Aku masih terdiam menahan diri untuk tidak memeluk nya dan membisikan kata 'maaf' di telinga nya, Harry memegangi kepala nya, wajah nya mulai menunjukan ekspresi kesakitan yang mendalam
''ka-kau tak apa kan Harry?'' Harry hanya meringis lalu mengangguk pada ku, sebelum ia pingsan disini dan orang orang disini membawa nya dokter dan akhirnya dokter menyelamatkan ingatannya, aku pun membantu nya berdiri untuk pulang, lebih tepat nya ku bawa pulang dan ku upgrade ingatannya
''kita pulang Harry''
''baiklah, baiklah, kisah cinta mu payah sekali pho!'' aku hanya terkekeh mendengar nya, paling tidak aku melihat nya tertawa lepas, sama seperti di pub malam itu, aku merindukan tawa lepas nya. Ya ini bukan kali pertama nya Harry tertawa lepas, namun rasa nya tawa lepas ini lah yang kudapati saat di pub dan aku benar benar merasakan ketengan mendengar tawa nya itu
''lalu, bagaimana kau bisa mencintai Niall? Ku rasa kau hanya mengidolakannnya''
''ya, aku mengidolakan bagaimana cara nya ia mengayunkan tongkat nya dan membuat bola putih itu masuk ke lubang yang jauh nya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Itu menakjubkan bukan?'' sampai sekarang seku sendiri tak habis pikir, bagaimana Niall melakukan nya? Maksudku, para pemain golf lain nya juga hebat dalam memasukan bola menggunakan tongkat besi itu, namun bagaimana mereka mengatur power yang mereka berikan pada ayunan tongkat tersebut agar bola putih itu dengan pas mendarat di lubang? Itu sangat menakjubkan
''ya, aku tahu. Ceritakan pada ku lah bagaimana kau bisa tergila-gila dengan si pirang itu? menurut ku ia tak lebih tampan dari ku. Mengapa kau tak mencintai ku saja?'' aku sudah pernah mencintai mu Harry dan aku tak mau menyakiti mu lagi dengan mencintai mu untuk kedua kali nya. Sudah cukup kejahatan yang ku perbuat pada anak malang seperti mu
''kau tahu, Niall pernah membantu ku membawakan belanjaan ku yang berceceran di jalan karena kertas yang kubawa untuk membawa kentang sobek, menurut ku seorang atlet professional seperti nya tidak perlu repot-repot membantu ku memunguti kentang yang kubeli di pasar pagi, tapi apa? Ia justru membantu ku, ia tak memperdulikan paparazzi yang mengambil foto nya saat ia membantu ku, ia justru terus membantu ku, dan karena nya aku tenar untuk beberapa minggu. Banyak media menyangka ia menyukai ku, namun ia tidak pernah mengkonfirmasi berita konyol itu, disitulah aku mulai menyukai nya lebih dari seorang fans, aku tidak peduli apakah ia membalas perasaan ku atau tidak, yang penting aku tulus mencintai nya. Dan para model-model atau selebriti yang di kencani oleh Niall, aku tahu mereka tidak mencintai Niall sepenuh nya, mereka pasti hanya menginginkan uang Niall, dan aku tidak akan membiarkan mereka memoroti Niall,apalagi menyakiti nya. Dalam kata lain, aku berusaha melindungi nya'' ujar ku panjang lebar, Harry mengangguk mantap seperti setuju dengan pemikiran ku
''benar juga, jaman sekarang wanita mana yang tidak mau uang? Tapi aku bangga pada mu Pho, mungkin kau adalah satu dari sekian banyak wanita di dunia ini yang mencintai seseorang secara unconditionally. Aku yakin, wanita seperti mu pasti setia dan tulus mencintai seseorang, Zain pasti akan sangat beruntung ketika tahu bahwa ada gadis cantik seperti mu yang mencintai nya-menyukai nya secara tulus'' astaga, lagi-lagi hati ku mencelos mendengarnya. Entah kenapa di saat seperti ini, rasa bersalah itu muncul lagi, jika saja ia tahu bahwa Zayn yang di sebut adalah dirinya, akan kah ia merasa beruntung karena aku mencintai nya?
''it's Zayn, Harry''
''arghh persetan dengan nama si tukang ayam itu, aku mau tidur, tiba tiba saja kepala ku pusing Pho, mungkin aku tidak bisa mengantar mu, namun kau bisa memakai mobil ku'' seru nya sambil melempar kunci mobil nya ke arah ku
''Bye Pho, selamat-''
''aku tidur disini Harry.''
A/N:
yeeaay akhirnya sampe chapter 5 :3
semoga suka ya, leave your jejak tho please? so i can see you
tak kenal maka tak sayang,
gimana mau sayang kalo kalian ga nunjukin diri?
nunjukin diri=kenalan secara ghaib
oke ini gak nyambung-_-
Happy Fasting!
all the love .x
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Diana [H.S]
Fiksi PenggemarHe said 'Let's get out of this town' i said 'I know places we can hide.' - Copyright 2015 © by hoodjan All Right Reserved
![Bad Diana [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/42240436-64-k358920.jpg)