A/N: HALLO!! wah wah wah, udah berapa lama gue ga update? lol.
ada kabar gembira nih buat para readers yang udah baca bad diana dari awal sampe sekarang. sekarang, cerita ini bakal gue lanjutin :--) ehehehe. uda si itu doang.
POKOKNYA GAAKAN ADA GANTUNG GANTUNG LAGI DEH!1!1!1
btw, bagi kalian yang mau gabung di fanficsclub bisa lach karena kita lagi open member! wah asik ler.
kalian add oa nya ya @atk9873n di LINE oke?
oh iya, Author ya Author :-)
tapi, masih newbie jadi Author. gak papa! kita disini sama sama belajar :--) ayoo gabung! NANTI KETEMU AQU LACH.
sekali lagi, makasih banyak buat kalian yang masih ada minat baca di ff ini, mashaallah gue berasa dosa banget gantungin cerita ini :'--) maafin gue yaa!! POKOKNYA SETELAH INI GAAKAN ADA GANTUNG GANTUNG LAGI DEH!!!!
***
Aku dan Harry senang tiasa menunggu suruhan Niall untuk masuk di mobil. Tentu saja, bagaimana mungkin aku dan Harry bisa masuk kesana dengan bebas mengetahui pesta yang kami datangi adalah pesta atlet terkaya saat ini juga ini termasuk pesta seorang model yang wajahnya sudah ada di banyak buku di dunia, tentu saja untuk seseorang seperti ku dan Harry akan sangat diawasi oleh bodyguard di depan pintu sana. Walaupun bisa saja aku dan Harry mengaku adalah teman Niall dan bisa saja memanggil Niall untuk mengakui kami, tapi aku tidak mau masuk kesana dengan tangan yang memerah akibat cengkraman kuat dari bodyguard itu, jadi Harry dan aku memutuskan untuk diam di mobil menunggu Niall keluar untuk menyuruh kami masuk.
Beberapa menit kemudian, Niall keluar dengan tuxedo yang melekat di tubuh nya itu, jujur mata ku tidak bisa berhenti memandanginya dari atas hingga bawah. Niall membisikkan sesuatu pada bodyguard nya itu dan menunjuk ke arah mobil kami, lalu bodyguard itu mengangguk dan kembali melipat kedua tangannya di dada kekarnya itu. Niall? Ia memberi kami aba-aba untuk keluar dan mengikuti nya kedalam.
''What's your plan dude?'' Tanya ku, karena yang benar saja Harry mau membunuh Melissa sekarang namun ia tidak memberitahu ku bagaimana rencananya, bodoh.
''Siapkan tangan mu untuk tepuk tangan akan ide cemerlang ku, Phoenix,'' katanya, aku memutar mata ku sebagai respon awal ''Cepatlah bodoh Niall sudah menunggu!''
Harry menjelaskan padaku dengan panjang lebar, dan aku akui itu sangat cemerlang.
''Mana tepuk tangan untuk ku?''
Aku pun menyengir dan bertepuk tangan kecil untuknya sebelum akhirnya kami memutuskan untuk keluar dan menghampiri Niall.
***
''Sup bro!'' sapa Niall begitu kami datang, Harry dan Niall berpelukan singkat ala lelaki sedangkan aku hanya menjabat tangan dengan Niall, ofc dia jaga image nya karena aku tahu banyak paparazzi disini.
Setelah itu ia mempersilahkan kami masuk, dan..
Gila, ini adalah pesta dansa yang sesungguhnya! Fikir ku. Pasalnya, alunan music klasik juga hiasan lampu bertemakan kuning menambah suasana menjadi semakin mewah, kulihat para tamu undangan mengenakan gaun malam yang terlihat modis dan tentu saja terlihat mahal. Ku akui, Harry tidak salah pilih gaun untuk malam ini.
Tanpa sadar, ternyata Niall dan Harry membawa ku ke sudut ruangan, disana terdapat pintu transparent yang didalamnya terdapat mini ballroom namun masih cukup besar untuk dijadikan tempat dansa untuk 30 orang. Gila, berapa yang harus Niall bayar untuk menyewa semua ini?
Kudapati beberapa orang berjas yang sama seperti Niall, I bet they're Niall closest friends. Lalu kudapati juga seseorang dengan gaun merah yang ketat dan membungkus tubuhnya dengan sempurna. Wanita itu memegangi botol langsing itu dengan kedua jarinya sambil berbincang-bincang dengan beberapa orang berjas lainnya. Lipstik merahnya sudah menjawab rasa penasaran ku, Melissa.
''Babe!'' panggil Niall pada kekasihnya itu, yang di panggil pun menoleh. Sesaat ia tersenyum lebar mengetahui siapa yang memanggilnya, namun seketika senyumnya memudar ketika matanya menangkap ku dan Harry yang mengekor di belakang Niall
''Wha-what?'' lalu Niall menarik Melissa menjauh dari ku juga beberapa orang tadi, lalu tampak lah Niall menjelaskan semuanya. Tak sekali maupun duakali Melissa melirik kearah ku dengan tatapan mematikan, awalanya aku risih dan berusaha mengacuhkannya namun rencapa cemerlang Harry tiba-tiba saja menenangkan ku. Sebentar lagi, Mel, sebentar lagi.
***
check works gue juga dong, kalo ada waktu.
baca ya, wholehearted :-) alasyu mwah x
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Diana [H.S]
FanfictionHe said 'Let's get out of this town' i said 'I know places we can hide.' - Copyright 2015 © by hoodjan All Right Reserved
![Bad Diana [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/42240436-64-k358920.jpg)