Chapter 11

189 29 6
                                        

''Tumben, kau mengajak ku turun ke TKP, Pho'' gumam Harry,aku pun menatap nya cepat seperti lalu kenapa? Harry hanya terkekeh menanggapi reaksi yang ku berikan pada nya. Memutar bola ku, aku pun kembali meminum kopi manis ini

''Kau tahu, aku suka sekali—'' ucapan Harry terpotong ketika seseorang menyap aku dengan tiga huruf yang langsung membuat ku menoleh ke arah nya dan takberkedip

''Hey'' Niall

''Seperti nya aku pernah melihat mu?'' jantung ku rasanya berhenti saat itu juga, mata biru nya bertemu dengan mata ku, aku terus menatap nya dalam-dalam seperti memastikan bahwa Niall Horan barusaja berbicara pada ku. Gadis dalam batin ku terus menganga melihat pemandangan di depan nya dan terus bergumam isit real? Is it real? Is it?

''Kau—kau si gadis pembawa kentang!'' wait what? Lamunan ku buyar ketika Niall mengatakan kalimat konyol itu, mata kumenerjap beberapa kali ketika aku sadar dari lamunan ku. Apa? Gadis pembawa kentang? Gadis dalam batin ku langsung menghelanafas panjang dan pergi, seakan akan pemandangan di depan nya tidak lah menarik lagi bagi nya, aku pun melirik Harry, Harry menatap Niall keras

''Ya—aku si Gadis. Pembawa. Kentang'' ujar ku sedikit menekan di setiap katanya, Niall hanya tertawa melihat reaksi ku ''Boleh aku bergabung?'' aku punmengangguk singkat lalu Niall duduk di sebelah ku. Oh ku kira ia akan duduk di sebelah Harry .jantung ku berdegup 2xlebih cepat ketika tanpa sengaja jaket ku bersentuhan dengan jaket Niall, feels like.. is this a dream? Or?
aku terus menahan rasa salah tingkah ku ketika Niall menyenderkan bahu nya dikursi, rasanya dekat sekali dengan nya.aku pun menatap Harry seperti Oh my god,look at that face! Atau God help me Harry! I'm gonna D I E! dan Harry hanya menaikkan satu alis nya dan berkata''idiot'' tanpa bersuara, masa bodoh dengan nya!

Hanya hening yang menyelimuti kami bertiga saat ini, well saat-saat seperti ini rasanya akan sangat awkward sekali. Gadis dalam batin ku terus mengelilingi kamar nya seperti mencari sesuatu agar bisa digunakan sebagai alat atau bahan untuk mengobrol dengan pria blonde di samping ku ini, aku terus-terus an menghela nafas panjang berusaha menutupi rasa salah tingkah ku,namun si sialan Harry justru membuatku malu

''Kau salting, Pho?'' sialan sialan sialan! Gadis dalam batin ku langsung melotot dengan cepat mendengar pertanyaan konyol Harry. Aku pun menatap nya tajam seperti how dare you?!
Harry diam, aku tak melihat tawa atau ekspresi lain dari nya. padahal bebera pamenit yang lalu ia baru saja tertawa. Rupanya Niall tidak menghiraukan pertanyaan konyol Harry, ia sibuk dengan ponsel tipis nya itu, dan well aku baru menyadari kejanggalan sedari tadi, dimana si Melissa Whitelaw itu? akhirnya gadis dalam batin ku bersorak-sorak gembira ketika tahu apa yang harus dilakukan agar bisa mengobrol dengan Niall. Menanyakan Melissa

''Niall, kau tidak bersama Melissa?'' Tanya ku to the point, Niall langsung mengalihkan perhatian nya pada ku, dan ia pun membenarkan posisi duduk nya ''Dia bilang, dia ada photoshoot. Jadi ia tidak bisa menemani ku minum kopi'' papar nya di akhiri dengan senyuman tipis menawan dari nya, photoshoot? Apakah itu benar ada nya atau hanya mengada-ngada agar bisa pergi dengan pria lain? Oh dan ada baik juga aku tidak memikirkan itu. Melissa tidak bisa menemani Niall untuk minum kopi pagi ini? Well, paling tidak pagi ini aku menemani nya minum kopi walau ada Harry yang menjadi pihak ketiga

''Oh, pantas saja. Iakan model'' ujar ku singkat, Niall tertawa kecil lalu kembali menyeruput kopi nya itu

''Lalu, siapa nama mu? Aku lupa tidak menanyakan nama mu saat itu'' Tanya Niall yang langsung di jawab Harry tiba-tiba

''Namanya Phoenix'' rasa tidak enak pun menggelayuti ku saat ini, ada apa dengan Harry? Sedari tadi aku tidak menemukan ekspresi menyenangkan darinya

Bad Diana [H.S]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang