ARSYILLA-8

22 5 0
                                        

"perempuan itu bukan matre,tapi realistis,kita gak bisa hidup cuma pake kata cinta,tapi pake cuan juga"  Tiara-Author

HAPPY READING

Sudah 1 minggu setelah kejadian hari itu,Syilla,Zero,Vero,mereka tidak pernah bertegur sapa sama sekali,meskipun mereka satu rumah bahkan satu sekolah,jika bertemu mereka hanya diam.

mereka bertiga sudah biasa tidak berbicara bersama,di sekolah maupun di rumah,tetapi biasanya mereka akan berbicara sekedar menanyakan kabar,tetapi ini,mereka hanya saling menatap datar,dan vero yang awalnya  Friendly,Humble,Jahil,kini menjadi lebih pendiam,vero hanya berbicara sekenanya saja.

dan untuk Zero,mereka memang sudah terbiasa dengan sikap dingin nya,tetapi tetap saja jika di sapa oleh Memei dkk dan marvel dkk ia akan tersenyum meski senyum tipis,tetapi sekarang hanya ada raut datar.

sahabat mereka bisa menyimpulkan jika mereka ada masalah yang besar, bahkan syilla sangat jarang di rumah dia menginap ladang kadang di apart nya atau di markas.

dan untuk orang tua mereka bertiga,syilla hanya menjawab seadanya.

kini Syilla dkk,Zero dkk sedang berada di kantin,dengan ke ada'an hening,karena sudah jengah akhirnya marven bertanya untuk memecahkan suasana hening dan canggung ini.

"kalian ada masalah apa sih?cerita lah kita itu sahabat!"kata Marven jengah dengan Syilla,Zero dan Vero yang selalu berdiam tidak pernah ikut mereka nimbrung.

"iya!kita ini sahabatan udah lama loh, masa kalian maen rahasia rahasia an sih"timpal Memei yang di angguki mereka

"setiap orang pasti punya privasi"jawab Syilla dingin,mereka terdiam,memang benar jika semua orang pasti punya privasi tetapi mereka hanya ingin membantu agar tidak semakin panjang dan semakin renggang hubungan mereka.

"marahan nya jangan terlalau lama,karena amarah bisa membuat hubungan kita renggang,selesaikan masalah dengan kepala dingin,jangan dengan emosi,karena itu bisa membuat masalah tambah runyam,jangan menyembunyikan rahasia yang penting sesama keluarga karena itu yang akan membuat kita salah paham,selesaikan dengan kelapa dingin,kita cuma bisa kasih nasihat gak bisa bantu apa apa"jelas Langit panjang lebar,ini adalah kalimat terpanjang yang langit ucapkan,sedangkan yang lain hanya mendengarkan.

mendengar ucapan langit,membuat mereka bertiga termenung.

apakah harus aku meminta maaf,haruskan aku memberi tahu mereka tentang penyakitku?

apa respon mereka nanti jika tahu tentang penyakitku?

aku takut jika bang zero sudah sangat membenciku!

pertanyaan muncul di benak Syilla,sekarang ia benar benar bimbang apa lagi mengingat ucapan Nadeo tempo hari.

'apakah aku sidah keterlaluan?'- Batin Zero

'aku tidak tau,apa yang harus aku lakukan?aku tidak pernah marah pada sisil,hanya saja aku canggung jika mengajaknya mengobrol'- batin Vero,dan sisil adalah panggilan khusus untuk keluarga nya pada syilla

DING! DING! DING!

lama termenung akhirnya mereka sadar dari pikirannya akibat suara bell yang tumben sekali normal.

ARSYILLA[On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang