7

377 53 1
                                        

Flashback continued

.

Mark begitu membenci siapa pun selain anggotanya memasuki Dreamland, lebih dari apa pun.

Itu yang Jisung tahu. Jadi ia menyewa apartemen untuk Hyeongjun tinggali sendirian. Hyeongjun akan mengurus diri sendiri di sana. Dan Jisung akan sering berkunjung untuk ikut merawatnya. Dan memenuhi hasrat seksual pria itu kapan pun ia membutuhkannya.

Ini adalah tiga bulan setelah perpisahan Sungchan dan Hyeongjun. Perpisahan yang sesungguhnya benar-benar berpisah. Karena sejak awal mereka berpisah, mereka tidak pernah lagi saling tatap. Dan Hyeongjun yang mudah sekali kehilangan seseorang di dalam memorinya dengan cara demikian, tidak pernah lagi mengingat pria yang pernah membelinya di acara human trafficking berkedok gambling event itu. Bahkan mungkin Hyeongjun tidak begitu ingat dia pernah dieksploitasi secara seksual komersial.

Hyeongjun tersenyum lemah, "Jisung ... please don't leave me."

Dan Jisung kembali bergerak.

Dan Hyeongjun kembali melenguh nikmat.

Hanya itu yang harus Jisung berikan pada Hyeongjun untuk memenuhi kebutuhannya.

Hingga akhirnya suatu hari Hyeongjun tidak sengaja melihat sosok Sungchan ketika berbelanja. Sungchan suka memasak, makanya suka berbelanja.

Kepala Hyeongjun sakit. Sebuah ingatan berputar dalam memorinya. Otaknya memaksa untuk mengingat pria itu lagi. Memorinya memaksa untuk menguak segala kenangan tentangnya bersama pria itu lagi.

Dan ia mencari-cari banyak alasan untuk bisa menyalahkan Jisung. Untuk bisa berpisah darinya.

Untuk bisa kembali menyesaki dunia sempit Sungchan.

.

Flashback end

"Kau habis dari mana tadi?" tanya Sungchan setelah isapan keempatnya pada coklat di gelasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kau habis dari mana tadi?" tanya Sungchan setelah isapan keempatnya pada coklat di gelasnya.

"Mengambil pakaian milikku dan Rocket Paradise dari laundry," jawab Jaemin.

"Kenapa kau bisa bersama Rocket Paradise?" tanya sepasang kekasih bersamaan.

Kepala Hyeongjun tersa sakit sekali lagi, "Berarti kau membawa pakaian Jisung?"

Jaemin belum sempat menjawab, tapi Hyeongjun sudah menghampiri totebag besar itu dan segera merobek plastik bening yang membalut dua lusin pakaian di dalamnya.

Jaemin yang terkejut refleks bangkit dari tempat duduknya, "Tunggu-"

"Park Jisung ..." Hyeongjun bergumam lirih ketika mengambil sebuah jaket hitam. Suara rendah itu menahan laju kaki panjang Jaemin.

"Kau merindukannya?" tanya Sungchan.

"Aku akan menyimpan ini." Hyeongjun mendekap jaket itu. Memejamkan mata, meresapi kelembutannya. Ia bisa merasakan kelembutan yang biasa diberikan Jisung dari sana. Jisung selalu meminjamkan jaket itu setiap kali ia kedinginan. Memakaikannya ke tubuhnya. Dan mengabsolutkan kehangatan dengan mendekap tubuhnya dengan penuh kasih sayang.

Rocket Paradise (NOMIN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang