Part 13

465 62 17
                                        

"Sing..." Ucap krist lembut sembari mengetuk pintu kamar singto.

Sudah dua hari ini singto tak mau bertemu dengan krist, singto marah pada krist saat ia bertanya apa status mereka namun krist tak memberinya kepastian.

Karna singto tak kunjung membukakan pintu untuknya, krist mengambil kunci cadangan kamar singto dan membuka pintu kamar tersebut.

Di lihatnya singto tengah berada di dalam selimut, tubuhnya membulat disana membuat krist tersenyum kecil melihatnya, benar-benar menggemaskan.

Krist duduk di tepi ranjang dan mengusap selimut tersebut.

"Pergi phi!! Bukankah tak sopan jika masuk ke kamar orang sembarangan!!" Ucap singto dari dalam selimut.

"Aku merindukan mu" ucap krist.

"Siapa aku sehingga phi merindukan ku! Pergi dari sini!!" Ucap singto.

"Kong mengatakan jika dia ingin aku menjemputnya di bandara, apa kamu ingin ikut? Bukankah kamu mengatakan jika kamu merindukan phi mu?" Ucap krist.

Mendengar hal itu membuat singto langsung menyingkap selimut yang menutup seluruh tubuhnya.

"Apa phi kong pulang hari ini?" Ucap singto sambil tersenyum bahagia.

"Ya" ucap krist sembari mengusap rambut singto.

"Ayo jemput phi kong. Aku merindukannya" ucap singto sembari beranjak dari tempatnya.

Singto seakan lupa jika dia sedang merajuk pada krist sekarang.

"Baiklah, ayo pergi" ucap krist.

Sebelum ke bandara, krist membawa singto makan di sebuah restoran lebih dulu karna memang kong masih di dalam pesawat sekarang.

"Apa kamu marah pada ku?" Tanya krist.

"Ya" jawab singto singkat.

"Aku minta maaf" ucap krist

"Phi pilih aku atau phi kong?" Tanya singto.

"Jangan tanya itu, sing" ucap krist.

"....."

"Apa kamu menyayangi Kongpob?" Tanya krist.

"Aku sangat menyayangi phi kong. Apa lagi semenjak papa meninggal, aku hanya punya phi kong sekarang" ucap singto.

"Apa kamu tak memikirkan perasaan Kongpob jika dia tahu tunangannya ada main dengan adiknya sendiri?" Ucap krist.

"Kenapa phi mengatakan itu. Apa aku salah jika aku mencintai phi krist, phi tahu sendiri perasaan ku pada phi seperti apa" lirih singto.

"Aku... Aku hanya tak mau kamu dan Kongpob bertengkar hanya karna aku" ucap krist.

"Bolehkan aku egois kali ini, phi kong sudah mendapatkan semuanya, bahkan warisan dari papa 99% jadi milik phi kong. Tapi aku tak peduli itu, aku tak peduli jika phi kong mendapatkan semuanya karna phi kong memang layak mendapatkan itu. Aku hanya ingin phi krist, apa boleh aku meminta phi krist pada phi kong" lirih singto dengan wajah murungnya.

Krist hanya diam tak menjawab, dia bingung harus mengatakan apa. Sejujurnya satu hal yang membuat krist takut jika kong mengetahui dia dan singto bermain di belakang Kongpob, dia hanya takut Kongpob dan singto bertengkar hanya karna dirinya nanti.

Krist bingung, dia memang harus segera mengakhiri hubungannya dengan Kongpob, ia tak mungkin bisa melanjutkan semuanya karna ia memang sudah tak mencintai kong lagi sekarang.

Setelah makan siang, krist melajukan mobilnya ke bandara.

Singto keluar dari mobil saat melihat Kongpob dan Arthit.

"Phi kong... Aku merindukan phi" ucap singto sembari memeluk Kongpob namun Kongpob hanya diam tak membalas pelukan singto.

Karna tak mendapatkan balasan dari Kongpob, singto melepas pelukannya. Kong tersenyum senang saat melihat krist berjalan menghampiri mereka.

 Kong tersenyum senang saat melihat krist berjalan menghampiri mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku merindukan mu" ucap Kongpob sembari memeluk krist.

Singto menatap Kongpob dengan tatapan sedih, kong bahkan tak membalas pelukannya tapi sekarang kong malah memeluk krist.

"Apa kabar?" Tanya Arthit membuat singto menoleh ke arah Arthit.

"Aku baik, bagaimana dengan mu? Apa phi kong menjahati mu selama disana?" Tanya singto pada Arthit.

"Tidak, tuan kong sangat baik saat di sana" ucap arthit.

"Arthit, ayo pulang!" Ucap Kongpob, membuat singto dan Arthit menoleh ke arah Kongpob dan krist yang ternyata sudah di dalam mobil.

Arthit dan singto berjalan menuju mobil, arthit membuka pintu belakang untuk singto, setelah itu baru dia masuk ke sana.

Di sepanjang perjalanan Kongpob terus bergelayut manja di lengan krist sehingga membuat krist menyetir dengan satu tangannya hal itu sukses membuat mata singto memerah melihat semuanya. Singto sedih melihat krist di peluk oleh Kongpob dan dia sangat sedih saat Kongpob tak mengajaknya bicara Sejak tadi. Apa Kongpob benar-benar sudah tak peduli lagi padanya?

Hanya membutuhkan waktu 40 menit mobil krist tiba di mansion, krist membantu Arthit mengeluarkan barang bawaan Kongpob dari dalam bagasi mobil.

"Phi kong..." Ucap singto dan lagi tak ada respon dari Kongpob. Dia berpura-pura tak mendengar itu dan lebih memilih untuk pergi dari sana meninggalkan singto sendiri.




















Tbc.

Pewaris TahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang