"Kamu terlambat 5 menit" ucap Kongpob saat melihat kedatangan tunangannya.
"Baru 5 menit, kong" ucap krist sembari duduk di samping Kongpob.
"Ada apa? Tak biasanya kamu mengajak ku bertemu di disini" ucap krist.
Ya, Kongpob memang mengajak krist bertemu di club, ia sengaja tak menyuruh krist ke mansion karna takut jika krist akan bertemu singto.
"Besok aku ada perjalanan bisnis ke Cambodia, aku ingin kamu ikut bersama ku" ucap Kongpob.
"Kenapa? Biasanya kamu tak pernah mengajak ku jika ingin pergi ke luar negri" ucap krist bingung.
"Tapi ini pekerjaan bahaya, aku akan melakukan transaksi senjata tajam" ucap Kongpob.
"Dan kamu biasanya akan pergi sendiri karna kamu bisa menjaga diri mu sendiri" ucap krist.
Bahkan saat Kongpob bertengkar dengan rekan bisnisnya karna sahamnya di curi Kongpob tak pernah mengajak krist, kenapa sekarang tiba-tiba Kongpob berubah menjadi manja yang ingin krist ikut kemana dirinya pergi?
"Apa kamu tak takut aku terluka?" Tanya Kongpob.
"Kamu tak pernah terluka apa lagi kalah melawan semua tikus kecil itu, kong" ucap krist.
Kong mengambil secangkir wine yang sedari tadi di abaikannya kemudian meneguknya dalam satu kali tegukan.
"Baiklah, jangan pernah ke mansion selama aku pergi" ucap Kongpob.
"Kenapa?" Ucap krist bingung.
"Tak ada aku disana, siapa yang ingin kamu temui?" Ucap Kongpob.
Krist hanya diam tak menjawab dan memilih untuk meminum wine yang ada di depannya.
"Bawa Arthit bersama mu besok" ucap krist.
"Apa yang bisa ku harapkan dari pria lemah itu, krist? Dia bahkan takut untuk membunuh nyamuk, dia pasti akan menyusahkan ku nanti" ucap Kongpob sinis.
"Bukankah bagus jika dia mati? Setidaknya dia bisa menjadi umpan jika kamu dalam keadaan terdesak" ucap krist sambil terkekeh kecil.
Bukan tanpa alasan, dia benci melihat arthit yang terus berada di dekat singto. Dia tahu arthit menyukai singto, itu sebabnya krist menyuruh Kongpob agar membawa Arthit juga, setidaknya selama Kongpob dan Arthit di Cambodia, singto akan sendiri di mansion, sesekali dia bisa menemui singto.
Bahkan lebih bagus lagi jika arthit gugur dalam perkelahian, mati misal? Jadi tak ada lagi yang mendekati singto.
"Ckk, singto akan menangis jika dia mati" ucap Kongpob yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Kenapa?" Tanya krist.
"Bukankah singto dan Arthit saling mencintai? Aku sering melihat singto membantu Arthit bahkan berduaan dengan Arthit" ucap Kongpob sambil tersenyum sinis.
Perubahan wajah Krist terlihat jelas oleh Kongpob, Krist seperti sangat terkejut, semakin kuat dugaan Kongpob jika tunangannya itu mencintai adiknya. Awalnya Kongpob mengira saat dia melihat Krist dan Singto tidur berdua, Kong berpikir jika Krist hanya bermain sesekali dengan tubuh adiknya tapi ternyata dugaannya salah, tunangannya jatuh cinta pada adiknya sendiri.
"Singto tak pantas untuk pelayan itu, kong." Ucap Krist dengan wajah kesalnya.
"Mereka pantas bersama, sama-sama lemah dan mudah menangis" ucap Kongpob.
"Kenapa kamu seakan membenci singto? Kamu bukan lagi kong yang ku kenal" ucap krist.
"Aku tak membencinya krist, bukankah aku mengatakan fakta?" Ucap Kongpob.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pewaris Tahta
Fiksi PenggemarTentang cinta segi tiga antara Krist, Kongpob, dan Singto. Dua kakak-beradik yang semula akur menjadi bertengkar hanya karna satu pria. Kongpob merasa di khianati oleh adiknya, Singto, adik yang di sayanginya bahkan di lindunginya lebih dari ia menj...
