Part 15

538 63 12
                                        

Sudah dua minggu singto koma, krist terus menjaga singto di rumah sakit, ia sangat menyesal karna tak bisa menghentikan Kongpob, setiap hari krist menangisi singto dan berharap agar singto segera bangun.

Sedangkan Kongpob? Sudah dua minggu juga dia tak keluar dari kamar, pintu kamarnya terus terkunci, Kongpob menangis sambil menyakiti dirinya, meninju dinding kamarnya dengan tangan kosong hingga dindingnya retak dan tangannya terluka.

Kongpob menyesal telah memukul singto, dia tahu singto koma sekarang,  dia sangat menyesal telah melakukan semuanya.

Walau singto sangat menyakiti dirinya namun jauh di lubuk hati Kongpob dia masih sangat menyayangi adiknya.

"Hikss... Hikss... Maafkan aku, sing" gumam Kongpob sembari memegang bingkai foto singto.

Bagaimana bisa dia memukul singto? Bagaimana bisa dia melukai tubuh yang sejak kecil di jaganya, singto bahkan tak pernah merasakan di cubit namun dua minggu yang lalu kong sendiri yang menyiksa tubuh lemah itu, bagaimana bisa dia menghilangkan se...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagaimana bisa dia memukul singto? Bagaimana bisa dia melukai tubuh yang sejak kecil di jaganya, singto bahkan tak pernah merasakan di cubit namun dua minggu yang lalu kong sendiri yang menyiksa tubuh lemah itu, bagaimana bisa dia menghilangkan senyum manis di wajah singto, Kongpob terus menangis sambil memeluk foto singto, dia sangat menyesal, jika waktu bisa di putar kembali, dia akan menyerahkan krist pada singto dan menganggap semuanya selesai.

Bukankah papanya meminta agar dia menjaga singto dengan baik? Kongpob semakin menangis saat mengingat wasiat papanya.

"Maafkan aku, pa" lirih Kongpob.

*Ceklek... Pintu kamar Kongpob terbuka, arthit masuk dengan membawa nampan berisi makanan. Karna arthit tahu 2 minggu ini kong tak keluar dari kamar, pintu kamarnya selalu terkunci, arthit memberanikan diri mencari kunci cadangan kamar Kongpob dan memberanikan diri masuk ke sana dengan membawa makanan untuk kong.

Sejujurnya arthit masih benci saat mengingat kong memukul singto hingga koma, namun disisi lain arthit juga mengerti jika kong kecewa karna singto merebut krist darinya

"Tuan kong..." Ucap arthit membuat Kongpob menoleh ke arah Arthit.

"Aku membawakan tuan makanan" ucap arthit sembari menyimpan nampan berisi makanan yang di bawanya ke atas meja.

"Bagaimana keadaan singto" tanya Kongpob, arthit pikir jika kong akan mengusirnya tadi.

"Singto masih koma" ucap arthit sembari berjalan menghampiri Kongpob dan duduk di samping Kongpob.

Arthit melihat tangan Kongpob memar bahkan darah mengering di sana. Arthit beranjak dari duduknya berjalan mencari kotak obat untuk mengobati luka Kongpob.

Arthit menuangkan cairan infus mencuci darah yang sudah mengering.

"Tolong berhenti menyakiti diri tuan sendiri, ini semua tak akan mengubah keadaan" ucap arthit.

Kongpob hanya diam tak menjawab, ia juga membiarkan Arthit mengobati luka di tangannya.

Arthit memberi obat tangan Kongpob lalu memberinya perban, setelah itu arthit menghapus air mata Kongpob yang mengering membasahi pipinya.

Pewaris TahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang