Part 25

513 58 27
                                        

Makanan krist dan singto sudah habis namun Kongpob dan Arthit belum kembali, sudah hampir satu jam mereka ke toilet, apa yang mereka lakukan sekarang?

"Aku melihat ada tempat permainan tadi, apa kamu ingin kesana?" Ucap krist pada singto.

"Tidak, aku ingin menunggu phi kong" ucap singto, ia menjawab ucapan krist namun tak menatap wajah krist.

"Apa kamu tahu jika aku masih sangat mencintai mu, sing" ucap krist, membuat singto menatap ke arah krist.

"Lupakan itu, phi" ucap singto.

"Kenapa?" Tanya krist.

"Aku tak mau phi kong marah lagi pada ku, kami baru berbaikan semalam" ucap singto.

"Tapi kong bahkan meninggalkan kita berdua sekarang. Apa kamu masih belum mengerti maksud phi mu?" Ucap krist

"...."

"Baiklah, jangan di pikirkan, ayo pergi mencari kong dan Arthit" ucap krist.

Singto mengangguk, krist membayar makanan mereka setelah itu berjalan mencari keberadaan Kongpob dan Arthit.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang, tuan?" Ucap arthit.

Saat ini kongpob dan Arthit sedang duduk di tepi danau, sudah hampir satu jam mereka berdua disana. Jika kalian berpikir arthit dan Kongpob di dalam toilet, kalian salah, itu mungkin karna tingkat kemesuman kalian di atas arthit lagi.

"Aku ingin kamu diam" ucap Kongpob.

Tiba-tiba terasa tangan Arthit melingkar di pinggangnya, namun Kongpob membiarkan itu, dia malah menyandarkan kepalanya di pundak arthit sekarang.

"Aku hanya lelah dan ingin beristirahat sejenak" ucap Kongpob.

"Baiklah, aku akan menemani tuan" ucap arthit.

"Apa menurut mu aneh jika aku membiarkan singto dan krist bersama?" Tanya Kongpob.

"Itu mungkin terdengar aneh, tapi aku yakin itu tulus dari hati tuan untuk kebahagiaan singto" ucap arthit.

"Ya, selain aku ingin adik ku bahagia, aku juga merasa sudah tak mempunyai perasaan untuk krist lagi. Apa menurut mu itu aneh? Dulu aku sangat mencintainya tapi sekarang sedikit pun rasa cinta itu sudah tak ada lagi untuknya" ucap Kongpob.

"Tidak, hati manusia memang mudah berubah-ubah, kemarin aku juga sangat mencintai seseorang tapi sekarang sudah tidak" ucap arthit.

"Kamu juga tahu jatuh cinta, huh?" Ucap Kongpob sinis.

"Aku juga pria dewasa sama seperti tuan, tuan krist dan singto" ucap arthit.

"Berapa usia mu?" Tanya Kongpob.

"Aku seumuran singto" ucap arthit.

"Oh" ucap kong singkat, itu artinya arthit lebih muda darinya.

"Apa tuan mau naik perahu?" Ucap Arthit.

"Aku sudah naik tadi bersama singto, kenapa tadi kamu mengatakan tidak jika sekarang kamu ingin?" Ucap Kongpob.

"Sejujurnya tadi aku mau menyewa perahu asal itu bersama tuan" ucap arthit.

"Baiklah, ayo menyewa perahu" ucap Kongpob sembari beranjak dari duduknya, mereka pergi ke tempat sewa perahu.

"Biar aku yang mendayung untuk tuan" ucap arthit.

Kongpob hanya mengangguk, dia duduk di depan sedangkan arthit di belakang, ia mulai mendayung perahunya ke tengah.

Kongpob tersenyum bahagia melihat pemandangan di sekitar mereka, tadi saat dia bersama singto dia tak terlalu memperhatikan pemandangan sekitar karna terlalu asik melihat senyum adiknya sekarang dia bisa menikmati pemandangan itu sedangkan arthit asik menikmati senyum Kongpob.

Pewaris TahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang