Part 28

480 69 19
                                        

Sudah jam 11 malam namun arthit belum juga kembali ke mansion, Kongpob menunggu arthit dengan perasaan gusar, entah kenapa? Mungkin karna ini kali pertama arthit keluar dari mansion tanpa dirinya. Apa lagi dengan status arthit yang bukan lagi tawanannya.

Arthit tak mungkin meninggalkannya 'kan? Sangat tidak mungkin 'kan.

"Arthit ke rumah lamanya, tuan" ucap anak buah Kongpob yang baru saja datang.

Ya, Kongpob memang menyuruh anak buahnya mencari keberadaan arthit.

"Tadi siang dia ke kafe glora di jalan X, setelah itu dia pergi dari sana dengan seorang wanita yang mengantarnya ke rumah lamanya" ucap anak buahnya.

"Sekarang dia bersama siapa?" Tanya Kongpob.

"Hanya sendiri" ucap anak buah Kongpob.

Kongpob hanya mengangguk, mungkin arthit sedang rindu dengan rumah lamanya, jadi kong mengerti itu.

Kongpob berjalan ke kamarnya, duduk di tepi ranjang bergelut dengan pikirannya sendiri. Entah kenapa dia merasa ada yang tak beres sekarang.

Karna perasaan Kongpob tak menentu, ia beranjak dari duduknya memutuskan untuk pergi menghampiri arthit di rumahnya.




****
Kongpob keluar dari mobilnya setelah dia tiba di depan rumah arthit, rumah itu terlihat sangat terang mungkin karna ada arthit disana.

Kongpob mengetuk pintu rumah, namun tak ada sahutan, ia mencoba untuk membuka pintu rumah dan itu terbuka. Kong berjalan masuk ke sana, ia mendengar isakan tangis arthit, ada apa dengan pria itu?

"Arthit" ucap Kongpob.

Kongpob melihat arthit menangis di kamarnya.

"Apa yang kamu lakukan disini" ucap arthit dingin.

"Aku merindukan mu, itu sebabnya aku menghampiri mu ke sini" ucap Kongpob.

Arthit terkekeh kecil mendengarnya, rindu? Bagaimana bisa kong bersikap seakan tak terjadi apa-apa sekarang.

"Apa kamu puas sekarang, kong?" Ucap arthit.

"Apa?" Ucap Kongpob bingung.

"JANGAN BERPURA-PURA BODOH, KONG!!! KAMU MEMBUNUH IBU KU!!!" Teriak arthit membuat Kongpob terkejut mendengarnya, ini kali pertama arthit bicara kasar padanya.

"Arthit... Aku--"

"Kita putus! Aku tak mau mempunyai hubungan dengan pria jahat seperti mu!! Bukankah kamu sudah menyiksa ku? Kamu sudah memisahkan aku dari ibu ku!! Tapi kenapa kamu masih mengganggu ibu ku, kong. Kenapa kamu tega membunuh ibu ku" ucap arthit sambil menangis.

"Arthit... Aku tidak--"

Arthit melemparkan uang kehadapan Kongpob. Uang itu hasil dia menjual tanah beserta rumah yang saat ini dia tempati. Ya, tadi siang arthit menjual rumah dan tanah itu dan uangnya untuk membayar semua hutang ibunya pada Kongpob.

"Sekarang hutang ibu ku sudah lunas, jangan pernah hadir di hadapan ku lagi! Aku menyesal telah mencintai mu!!" Ucap arthit sambil menangis.

"Arthit... Tapi aku tak membunuh ibu mu, tolong percaya pada ku" ucap Kongpob dengan wajah merahnya menahan tangis.

"PERGI, KONG!!!" Teriak arthit.

"Arthit, tolong... Tolong jangan seperti ini, aku mencintai mu, hikss.. jangan benci aku..." Ucap Kongpob yang tak kuasa menahan air matanya, kini ia menangis, rasanya benar-benar menyakitkan saat di usir oleh pria yang di cintainya.

"Kamu jahat! Kamu membunuh ibu ku! Sekarang aku sudah membayar semua hutang ibu ku, aku juga bukan lagi penebus hutang ibu ku sekarang! Anggap kita tak pernah saling mengenal, selamat tinggal" ucap arthit kemudian ia langsung pergi meninggalkan Kongpob.

Pewaris TahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang