"Apa kamu menunggu lama?" Ucap Kongpob kepada singto yang sedang duduk di taman belakang.
"Dua jam" ucap singto.
"Arthit bodoh!" Umpat Kongpob dalam hatinya. Arthit mengatakan akan bermain sebentar namun faktanya hingga dua jam baru dia di bolehkan keluar dari kamar arthit.
"Ayo pergi" ucap Kongpob.
"Kong..." Ucap krist yang tiba-tiba berada di dekat Kongpob.
"Kamu disini?" Ucap Kongpob.
"Aku hanya ingin meminta tanda tangan mu" ucap krist sembari memperlihatkan berkas yang di bawanya.
Krist mencuri pandang ke arah singto yang masih duduk di sebuah gazebo, apa singto sudah tak takut lagi dengan Kongpob sekarang.
"Apa kamu ingin pergi?" Tanya krist.
"Ya, bersama singto" ucap Kongpob.
Mendengar hal itu membuat krist semakin yakin jika Kongpob sudah berbaikan dengan adiknya.
"Oh... Maaf mengganggu waktu mu" ucap krist.
"Tidak, kamu tak mengganggu. Mau ikut?" Ucap Kongpob, membuat singto terkejut mendengarnya, kenapa Kongpob mengajak krist.
"Apa boleh?" Tanya krist.
"Sudah lama kita tak pergi bertiga" ucap Kongpob.
"Sing..." Ucap krist.
Singto hanya mengangguk beranjak dari duduknya berjalan mengikuti Kongpob dan krist.
"Arthit, kami ingin pergi, ayo ikut" ucap singto, saat melihat arthit yang kebetulan berjalan di dekat mereka.
"Sing..." Ucap Kongpob.
"Aku ingin mengajak arthit juga, phi. Bukankah semakin ramai semakin bagus?" Ucap singto.
Bukan tanpa alasan, singto hanya tak mau mereka canggung. Jika ada arthit mungkin arthit bisa mencairkan suasana nanti.
"Baiklah" ucap Kongpob.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Arthit pada singto.
"Aku hanya ingin ke danau" ucap singto.
Kongpob membukakan pintu mobil untuk singto, kemudian ia masuk dan duduk di samping singto. Krist yang mengemudikan mobilnya dengan Arthit yang duduk di sampingnya.
Di sepanjang jalan hanya ada keheningan, hanya sesekali Kongpob dan singto bicara sedangkan krist dan Arthit hanya diam tak mengeluarkan suara mereka.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, Kongpob berjalan sembari menggandeng tangan singto sedangkan krist dan Arthit hanya mengikuti mereka berdua dari belakang.
"Aku ingin naik perahu, phi" ucap singto.
"Ya, aku akan menyewa perahu untuk mu" ucap Kongpob.
"Apa kalian juga ingin menyewa perahu?" Tanya kong pada Arthit dan krist.
"Apa kamu mau?" Tanya krist pada Arthit.
"Tidak, tuan" ucap arthit.
"Aku juga tidak" ucap krist.
"Baiklah, biar kami saja" ucap Kongpob.
Kongpob menyewa satu perahu untuk dirinya dan singto, ia memegang tangan singto naik ke perahu, kemudian mendayung perahu itu ke tengah danau, singto terlihat sangat bahagia, ia tersenyum senang memperhatikan sekitarnya.
Sudah lama Kongpob tak melihat senyum manis singto, kini dia sangat bahagia akhirnya ia bisa melihat itu lagi.
"Phi kong, lihat bebek itu" ucap singto.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pewaris Tahta
FanfictionTentang cinta segi tiga antara Krist, Kongpob, dan Singto. Dua kakak-beradik yang semula akur menjadi bertengkar hanya karna satu pria. Kongpob merasa di khianati oleh adiknya, Singto, adik yang di sayanginya bahkan di lindunginya lebih dari ia menj...
