Kongpob mendapatkan laporan dari jay jika singto sudah bangun dari komanya, saat ini kongpob dan Arthit bersiap ingin pergi ke rumah sakit menjenguk singto.
Awalnya Kongpob menolak untuk ke rumah sakit, namun arthit memaksa agar dia ikut sehingga membuat Kongpob mau ikut. Entah apa yang akan di bicarakannya dengan singto nanti.
saat mereka tiba di depan ruangan singto, tak ada siapapun yang berjaga disana, krist memang sedang ada urusan sehingga membuatnya pergi meninggalkan singto lagi pula semenjak bangun dari komanya singto sangat takut dengan krist dan tak mau di dekati oleh krist lagi.
Arthit membuka pintu ruangan singto di rawat sehingga membuat singto menoleh ke arah pintu.
"Arthit" ucap singto saat melihat kedatangan arthit.
"Maaf aku baru menjenguk mu, aku baru pulang dari kota A menemani tuan kong" ucap arthit.
Arthit berjalan masuk menghampiri singto sedangkan Kongpob masih menunggu di luar, ia masih enggan untuk masuk.
Arthit duduk di tepi ranjang singto, membuat singto langsung beranjak dari rebahannya dan memeluk Arthit dengan erat.
"Arthit... Hikss... A-aku takut" ucap singto sambil menangis memeluk Arthit.
Arthit membalas pelukan singto dan mengusap punggung singto berusaha untuk menenangkannya.
"Jangan takut" ucap arthit.
"Hikss... Hikss" isakan tangis terus keluar dari bibir singto.
"Sing..." Ucap Kongpob, yang akhirnya memilih untuk masuk.
Tubuh singto bergetar hebat saat melihat Kongpob.
"Pergi, hikss.. j-jangan sakiti aku!" Ucap singto sambil menangis memeluk Arthit dengan erat.
"Aku minta maaf" ucap Kongpob sembari berjalan menghampiri singto.
"P-pergi, phi!! Hikss.. j-jangan mendekat!!" Teriak singto histeris.
"Sing, tuan kong tak akan menyakiti mu" ucap arthit.
"Pergi!! T-tolong pergi!!" Teriak singto ketakutan sembari terus memeluk Arthit dengan tubuh yang bergetar.
"A-aku minta maaf.. hikss.. k-karna merebut phi krist dari phi.. hikss.. s-sekarang... Hikss... A-aku... a-akan... Hikss... M-menjauh dari phi krist.. tolong jangan ganggu aku lagi... Hikkss... tolong jangan sakiti aku" ucap singto sambil terus menangis mengeratkan pelukannya di tubuh arthit.
"Apa yang kamu lakukan disini, kong!!" Ucap krist yang baru saja datang.
"P-pergi... Hikss...!! J-angan ganggu a-aku!!" Ucap singto pada krist dan Kongpob.
"P-phi krist.. t-to-long k-kembali pada phi kong, s-setelah itu... t-tolong.. kalian berdua.. hikss.. j-jangan pernah hadir di hidup ku lagi.
Hikss... A-ar-thit, t-to-long b-bawa a-ku pergi.. aku takut.. hikss" ucap singto histeris sambil terus menangis.
"Aku berjanji tak akan ada lagi yang bisa menyakiti mu, aku akan menjaga mu" ucap arthit sembari mengeratkan pelukannya di tubuh singto.
Krist dan Kongpob menatap keduanya, krist benar-benar cemburu saat melihat singto memeluk Arthit erat seakan tak takut padanya, begitu juga dengan kong, entahlah, ada rasa sakit sedikit di hatinya saat melihat arthit menenangkan singto seperti itu, ada apa dengan dirinya sekarang?
Singto memeluk Arthit sangat erat seakan enggan untuk melepas pelukannya, ia sangat takut dengan Kongpob dan krist yang masih berada di ruangannya, singto menyembunyikan wajahnya di dada arthit.
"Tuan, sebaiknya kalian pergi, tubuh singto semakin bergetar sekarang, dia semakin takut" ucap arthit saat merasakan tubuh singto semakin bergetar hebat, terlihat jelas jika singto sangat takut dengan Kongpob dan krist.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pewaris Tahta
FanfictionTentang cinta segi tiga antara Krist, Kongpob, dan Singto. Dua kakak-beradik yang semula akur menjadi bertengkar hanya karna satu pria. Kongpob merasa di khianati oleh adiknya, Singto, adik yang di sayanginya bahkan di lindunginya lebih dari ia menj...
