Special Chapter Pt1

553 49 6
                                        

3 Tahun berlalu~

Terdengar suara desahan yang mengalun indah di sebuah kamar, bunyi kecipak dari sentuhan kulit keduanya juga terdengar sangat nyaring, saling mendesahkan nama satu sama lain, meraup sensasi yang memabukan yang saat ini mereka rasakan.

"Arrghh... Ssshh... Arthit... Ohhhh"

"Fuck... Fuck me... Sshhh"

"Lebih... Ssshhh... Cepat... Arthit..."

Kongpob terus meracau sejak tadi hingga beberapa menit kemudian keduanya mengeluarkan cairan mereka bersamaan.

Kongpob benar-benar lemas sekarang, ia mengubah posisinya menjadi terlentang sedangkan arthit merebahkan tubuhnya di samping Kongpob. Arthit mengecup kening Kongpob singkat dan tersenyum senang.

"Selamat malam, sayang" ucap arthit.

Kongpob hanya mengangguk hanya membutuhkan waktu beberapa detik setelahnya Kongpob langsung terbang ke alam mimpi dengan di susul oleh arthit.

Sudah 3 tahun berlalu, rumah tangga arthit dan Kongpob masih sangat baik tanpa di bumbui dengan pertengkaran lagi, keduanya bahkan semakin romantis sekarang, semakin saling mencintai satu sama lain.

"Uhh... Ibu... Ibu kemana saja... Jangan tinggalkan aku, ibu" gumam arthit dalam tidurnya sehingga membuat Kongpob terbangun saat mendengar Arthit mengiggau.

"Arthit..." Ucap Kongpob sehingga membuat arthit langsung membuka matanya.

"Ada apa? Apa kamu mimpi buruk?" Ucap arthit sembari mengusap rambut Kongpob.

"Kamu yang mimpi buruk" ucap Kongpob.

"O-oh..." Ucap arthit sembari membawa tubuh Kongpob masuk ke dalam pelukannya.

Arthit memang sering memimpikan ibunya, mungkin karna arthit terlalu merindukan ibunya begitu juga dengan Kongpob tak jarang dia selalu mimpi buruk, entahlah, Kongpob merasa tugasnya masih sangat berat, dia harus menjaga banyak perusahaan seorang diri sekarang.

Jika dulu dia menikah dengan krist, krist pasti bisa membantunya namun sekarang arthit tak bisa membantunya sedikit pun.

Belum lagi singto yang masih betah melajang hingga hari ini, Kong merasa tanggung jawabnya masih belum selesai pada singto, jadi wajar jika Kongpob juga terkadang mimpi buruk.

Arthit sudah bekerja sekarang, tapi dia bekerja di perusahaan orang lain menjadi karyawan biasa disana. Awalnya Kongpob menyuruhnya agar bekerja di perusahaannya saja mungkin kong bisa memberi arthit posisi yang lebih bagus lagi namun arthit menolak, dia mengatakan ingin memulai semuanya dari awal sendiri tanpa bantuan suaminya.

Krist juga sempat menawarkan pekerjaan di perusahaan miliknya dan lagi, arthit menolak jika dia bekerja di perusahaan Kongpob atau krist, itu sama saja dengan dia tak bekerja, krist mungkin akan memberinya gaji yang besar, arthit benar-benar tak ingin memanfaatkan itu semua.



***
Pagi harinya, arthit bangun lebih dulu dari tidurnya, di lihatnya Kongpob masih terlelap dengan damai, ia mengusap pipi Kongpob yang bulat itu membangunkan Kongpob dari tidurnya.

"Selamat pagi, sayang" ucap arthit.

"Jam berapa sekarang?" Ucap Kongpob.

"Baru jam 6, aku sengaja membangunkan mu karna ingin mengecas tenaga ku lebih dulu sebelum berangkat ke kantor" ucap arthit sembari mengukung tubuh Kongpob di bawahnya.

Kongpob memasang wajah kesalnya, itu sudah seperti kegiatan tetap arthit sekarang, melakukan morning seks, membuatnya mendesah dan hampir gila pagi-pagi.

Ayolah saat mereka berpacaran dulu arthit tak semesum sekarang, mungkin karna mereka sudah menikah membuat arthit menjadi pria yang sangat sangat mesum!

Kaki kongpob di atas pundak arthit dengan genjotan di bawah sana yang semakin cepat dan kasar, mereka tak melakukan pemanasan lagi karna lubang Kongpob masih terbuka bekas tadi malam bahkan cairan arthit masih banyak di dalam lubangnya.

Satu jam berlalu, kini mereka mandi bersama, bersiap ingin berangkat ke kantor.

Sebelum berangkat, arthit dan Kongpob sarapan lebih dulu di ruang makan.

"Selamat pagi" ucap singto yang baru saja datang ke ruang makan.

"Selamat pagi" ucap singto yang baru saja datang ke ruang makan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pagi, sing. Kemana kamu akan pergi? Kamu tampak sangat rapi sekarang" ucap kongpob.

"Aku ingin ke butik, lalu berkencan dengan phi off" ucap singto dengan wajah merahnya.

Singto memang lebih sering menghabiskan waktunya di butik miliknya sekarang, dari pada berdiam diri di mansion, meskipun saat di sana singto tak melakukan apapun, tapi setidaknya dia memantau butik itu, warisan dari papanya.

Phi off yang di sebut oleh singto tadi adalah kekasih singto(?) Entahlah, singto tak pernah mengatakan apa hubungan mereka tapi singto sering mengatakan jika mereka akan pergi berkencan, Kongpob bertanya, dimana singto bertemu pria yang bernama off itu dan ternyata mereka bertemu di bandara setelah mengantar Kongpob dan Arthit yang ingin pergi honey moon 3 tahun yang lalu.

Karna kongpob ingin yang terbaik untuk adiknya jadi Kongpob menyuruh anak buahnya menyelidiki tentang pria bernama off itu dan kata anak buahnya off adalah pria yang baik, dia bahkan tak memiliki catatan kriminal jadi kong membiarkan adiknya dekat dengan off.

"Apa kalian sudah ada niatan ingin menikah?" Tanya Kongpob membuat singto tersedak makanan mendengarnya.

"Phi, aku masih terlalu muda untuk menikah" gumam singto.

"Aku juga masih muda sama seperti mu, tapi aku sudah menikah" ucap arthit di sela-sela kegiatan makannya.

"Apa pria itu tak mau memberi mu kepastian?" Ucap Kongpob.

"Tidak, aku yang masih tak ingin menikah" gumam singto.

Sejujurnya off sudah sangat sering mengajak singto menikah, hanya saja singto masih belum yakin untuk menikah dengan off, entahlah apa sebabnya namun yang pasti dia masih belum ingin menikah sekarang.

"Tuan, tuan off sudah menunggu di depan" ucap salah satu maid kepada singto.

Singto melepas sendok dan garpu yang di pegangnya, kemudian beranjak dari duduknya.

"Phi kong, phi arthit, aku pergi dulu" ucap singto kemudian ia berjalan pergi dari ruang makan.

"Aku benar-benar bingung dengan anak itu, padahal mereka dekat sudah 3 tahun, tapi kenapa dia masih belum yakin dengan off?" Ucap Kongpob.

"Entah hanya perasaan ku saja atau memang benar, ku pikir singto masih mencintai krist" ucap arthit membuat Kongpob tersedak makanan saat mendengar itu.

Mengingat krist, sekarang krist juga menjalin hubungan dengan seorang pria cantik, namun mereka belum juga mau menikah.

"Jika mereka masih saling mencintai, mereka pasti sudah menikah sejak dulu" ucap Kongpob.

Arthit hanya mengendikkan bahunya, itu hanya tebakannya saja dan belum tentu benar, lagi pula krist dan singto sudah sama-sama memiliki orang penting dalam hidup mereka sekarang.
















Tbc

Pewaris TahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang