Sudah dua hari singto di culik namun anak buah Kongpob dan anak buah krist belum berhasil menemukan keberadaan singto.
Padahal hampir ratusan anak buah Kongpob dan krist bersatu mencari singto namun masih belum ada kabar hingga sekarang.
"Kong, bukankah kamu pernah memberi singto cincin?" Ucap krist.
Dia mengingat dulu Kongpob pernah memberi singto cincin dan krist sangat yakin jika cincin itu berisi GPS di dalamnya.
"Ya, tapi singto sudah lama tak memakai cincin itu, lebih tepatnya setelah dia keluar dari rumah sakit" ucap Kongpob.
Krist meremas rambutnya saat mendengar itu, bagaimana caranya mereka menemukan singto, singto pasti sedang ketakutan sekarang.
*Tring... Ponsel Kongpob berdering, sebuah panggilan video masuk dari nomor yang tak di kenal. Kongpob mengangkat panggilan itu.
"Selamat malam, tuan Kongpob" ucap seseorang di sebrang sana.
Kameranya tertuju ke arah singto yang sedang menangis ketakutan sambil terus berteriak meminta tolong.
"Rudi?" Gumam Kongpob.
"Oh, kamu mengenalku?" Ucap rudi sembari mengalihkan kameranya dari singto.
"Dimana kamu sekarang!!" Ucap Kongpob.
"Di kota B, jl xxx. Kemarilah, kong. Jangan lupa untuk membawa senjata ku yang kamu curi waktu itu" ucap rudi kemudian ia mematikan panggilannya sepihak.
"Kamu mengenalnya, kong?" Ucap krist.
"Aku melakukan transaksi jual beli senjata dengannya di cambodia waktu itu" ucap Kongpob.
"Apa kamu mendengar Rudi mengatakan alamatnya tadi? Kamu kesana dulu, aku ingin menyiapkan sesuatu" ucap Kongpob.
"Ya" ucap krist.
****
3 jam perjalanan akhirnya krist tiba di tempat tujuan, ia terlalu terburu-buru tadi sehingga lupa mengajak beberapa anak buahnya, sekarang krist sendiri, bagaimana caranya ia masuk ke rumah rudi jika di depan rumah itu ada banyak pengawal, krist tak mungkin melawan semua pengawal itu sendiri.
Krist mencoba menghubungi Kongpob namun Kongpob tak mengangkat panggilannya.
Tak lama sebuah mobil keluar dari rumah tersebut, di dalamnya terdengar suara teriakan singto yang menangis histeris, krist langsung menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti kemana mobil itu akan pergi.
Tepat setelah mobil krist pergi, mobil Kongpob tiba dengan dua mobil anak buahnya.
"Tuan... Aku takut" lirih arthit pada Kongpob.
Ya, arthit ikut dengan Kongpob sekarang. Itu karna tadi arthit bertanya kemana Kong akan pergi dan Kongpob mengatakan akan menyelamatkan singto dari tuan rudi, mendengar itu arthit memaksa Kongpob agar memperbolehkan dirinya ikut.
Arthit jelas masih ingat dengan rudi, ayolah bekas tusukan pisau di pinggangnya bahkan masih ada akibat transaksi waktu itu.
"Bodoh! Bukankah sudah ku katakan jangan ikut tadi!!" Ucap Kongpob kesal.
Jantung Arthit berdetak kencang, dia memang takut, tapi demi menyelamatkan singto itu sebabnya arthit sangat ingin ikut.
Semua sudah dengan tugas masing-masing, sebelum berangkat Kongpob sudah memberitahu apa yang harus anak buahnya lakukan.
Kongpob keluar dari mobil dengan diikuti oleh arthit, keduanya berjalan menuju pintu gerbang.
"Apa tuan rudi ada?" Ucap Kongpob, pada salah satu pengawal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pewaris Tahta
FanfictionTentang cinta segi tiga antara Krist, Kongpob, dan Singto. Dua kakak-beradik yang semula akur menjadi bertengkar hanya karna satu pria. Kongpob merasa di khianati oleh adiknya, Singto, adik yang di sayanginya bahkan di lindunginya lebih dari ia menj...
