Susu

957 28 0
                                        

sesampai nya di rumah Rey, Ayyara terkejut tak percaya bahwa rumah Rey sebesar ini, sungguh sungguh menakjubkan sekali.

" Ih besar banget rumah kak Rey " Gumam Ayyara

" Kenapa lo? Cepet turun Mama nungguin di dalem " Ucap Rey, lalu Ayyara mengangguk

Rey kesal karna Ayyara membuntuti nya, disuruh duluan pun dia tak mau, merepotkan saja " Ck duluan ay! " Kesal Rey

" Nggak mau, Ay malu kak! "

" Terserah lo aja! " Final Rey, ia tak mau berdebat karna sudah terlalu lelah.

Sesampai di depan pintu rumah, Rey memencet bel yang sudah tersedia di tembok pojok kanan.

Samar samar terdengar dari dalam suara langkah kaki, hingga beberapa menit kemudian pintu terbuka lebar oleh seorang Wanita paruh baya yang sangat cantik, bagi Ayyara.

" Ternyata kamu! " Ucap wanita itu ketika sudah membuka pintu.

" Kebiasaan kamu ini! Mama kira tadi siapa, ternyata kamu! Jangan kebiasa in mencet bel kaya gitu Rey, apalagi di rumah orang. Berisik tau nggak! " Omel Mama Rey - Thania

" Mama kak Rey nggak tau aja tadi pas di rumah, Anak nya mencet bel di rumah aku kaya mana " Batin Ayyara

Thania melirik ke arah gadis yang bersembunyi di belakang baju Rey sedari tadi " Eh ini siapa? " Tanya Thania kepada Rey sembari menunjuk ke arah Ayyara, Ayyara yang merasa dirinya seperti di tanyakan membuka suara.

Ayyara maju kedepan, tepat di samping Rey " Halo tante kenalin aku Ayyara hehe " Ucap Ayyara sembari mengulurkan tangan kanan nya menandakan arti salam kenal.

" OH KAMU AYYARA, IH CALON MANTU MAMA CANTIK BANGET! " Seru Thania, lalu memeluk Ayyara dengan erat.

Ayyara tampak kebingungan namun ia membalas pelukan tersebut. " Ih Allhamdulillah banget Ya Allah! Aku dapet mertua yang baik kaya Mama nya kak Rey " Batin Ayyara sembari tersenyum senang.

Rey memutar bola matanya malas, bisa di katakan Mama nya memang terlalu alay sekali, tak tinggal pusing Rey masuk kedalam rumah mendahului mereka berdua, toh dia juga capek dan sekarang malah di perlihatkan drama.

Thania yang melihat Anak nya seperti itupun hanya mampu menggelengkan kepala, lalu melepaskan pelukan dan berkata " Kamu cantik banget sayang, maafin Rey ya? Dia udah rebut mahkota kamu, maafin Mama juga udah nggak becus jaga dia " Lirih Thania sembari menangkup kedua pipi Ayyara.

" Oh ya panggil nya Mama aja ya, kan udah mau jadi calon mantu " Lanjut Thania dan di akhiri dengan tertawa kecil.

" Hehe iya Ma. Nggak papa, Ay udah terima dan ikhlas sama semua yang terjadi, mungkin ini semua udah menjadi takdir Ay, Ay hanya bisa bersyukur dan berterimakasih sama semuanya " Ujar Ayyara sembari tersenyum manis

Thania sedikit kebingungan dengan apa yang barusan Ayyara katakan, berterimakasih? " Berterimakasih untuk apa sayang? Bukan nya ini musibah? " Tanya Thania sedikit bingung.

" Iya Ma, Ay berterimakasih sama tuhan, mulai sekarang Ay tau kalo tuhan maha adil Ma. Bertahun tahun hidup Ayyara menderita dan nggak pernah ngerasain bahagia, tapi semenjak kejadian yang di gudang waktu itulah yang membuat Ayyara tau apa itu bahagia, meski memang bahagia itu di awali dengan kehancuran bagi Ayyara Ma, tapi Ayyara berterimakasih banget sama tuhan karna udah di pertemukan dengan kak Rey sama Mama. Makasih ya Ma udah baik dan bisa nerima Ayyara di keluarga ini, Ayyara dari kecil di tinggal sama Mama sama Papa, jadi Ayyara nggak pernah ngerasain apa itu kasih sayang kedua orang tua Ma, Ayyara harap ini untuk selama nya, makasih ya Ma. " Jelas Ayyara, lalu memeluk Thania dengan erat

RAYYANZATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang