I Finally Found You

968 63 146
                                        

Sudah tahu bagaimana caranya menghargai karya ini? Jika kalian suka lalu membacanya, tinggalkan jejak di sini karena ada banyak hal yang saya relakan sehingga naskah ini dapat kalian baca dengan percuma.

Silent readers adalah sosok paling egois di dunia literasi. Karena mereka hanya mau menerima tanpa memberi. Ini bukan perihal keikhlasan, melainkan caramu menghargai karya orang lain.

Naskah ini bukan hanya sekadar suara berisik dari kepalaku, tapi juga ide yang kukembangkan dengan bersusah payah.

Rate mature dan beberapa harsh words. Jika bacaan seperti ini bukan selera bacaanmu, maka jangan mampir kemari. Bijaklah dalam memilih bacaan!

🥀🥀🥀
FIVE
.
.
.
.
.

Jungkook melangkah cepat mendekati Ara yang terbaring lemah di lantai. Keadaan gadis itu sungguh memprihatinkan.

Dalam kondisi setengah sadar, Ara merasa tubuhnya diangkat lalu dibawa keluar dari ruangan pengap itu. Dahinya mengernyit saat cahaya terang menerpa wajahnya.

"Selama dua hari kau bersembunyi di sana?" Jungkook bertanya. Dia sungguh menyesal karena tak berpikir tentang kemungkinan Ara pergi ke jalan rahasia itu.

"Ya. Entah kenapa aku merasa yakin kalau kau akan mencariku. Tapi, kenapa kau sangat lama?" ucap Ara. Suaranya begitu pelan sebab dia benar-benar merasa lemas dan lapar.

Jungkook memejamkan kedua kelopak matanya sesaat. Selama dua hari, dia bahkan tak bisa tidur nyenyak mencari Ara, tetapi dia tak akan mengatakannya pada gadis itu.

Diraihnya tubuh Ara lalu ia peluk dengan erat. Dia sungguh tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Setelah menemukan Ara, dia merasa begitu lega. Sesuatu yang menghimpit dadanya seakan telah terlepas.

Mungkinkah dia rindu?

"Kau baik-baik saja? Kita tak bisa berada di sini lebih lama. Semua orang sedang mencarimu," tutur Jungkook.

Kedua tangan pria itu merangkul erat tubuh Ara. Ia kembali memejamkan mata sambil menggigit bibir sebab merasa bersalah tak bisa menemukan Ara lebih awal.

"Sebelum kita pergi, bisakah kau memberiku makan? Aku sungguh lapar dan haus," ucap Ara.

Jungkook melepaskan dekapannya. "Bersembunyi di kamarku. Jangan membuka pintu jika ada yang mengetuknya. Aku memiliki kunci jadi jika ada yang mengetuk pintu, itu bukan aku," tuturnya sembari memegang kedua sisi wajah Ara.

Gadis itu tetap terlihat cantik meski dalam keadaan memprihatinkan. Ara mengangguk paham. Dia menoleh ke kanan, di sana ada pintu yang kemungkinan adalah kamar Jungkook. Satu ciuman mendarat pada pucuk kepala Ara sebelum Jungkook beranjak pergi.

Setelah mereka saling mengungkapkan perasaan, cara Jungkook berpamitan padanya berbeda. Pria bengis satu itu ternyata bisa bersikap manis.

Setelah kepergian Jungkook, Ara beranjak masuk ke kamar pria itu. Terdapat sebuah kamar tidur yang tak terlalu besar dan barang-barang tertata rapi. Ara pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebab dia tak mandi selama dua hari.

Selesai dengan ritual mandi, Ara memakai bathrobe milik Jungkook pada tubuhnya dan menunggu kedatangan pria itu. Sekitar sepuluh menit berlalu, Jungkook datang dengan nampan berisi makanan lalu meletakkannya di atas meja.

THE TRUE VILLAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang