I Am Under Your Spell

994 66 100
                                        

Sudah tahu bagaimana caranya menghargai karya ini? Jika kalian suka lalu membacanya, tinggalkan jejak di sini karena ada banyak hal yang saya relakan sehingga naskah ini dapat kalian baca dengan percuma.

Silent readers adalah sosok paling egois di dunia literasi. Karena mereka hanya mau menerima tanpa memberi. Ini bukan perihal keikhlasan, melainkan caramu menghargai karya orang lain.

Naskah ini bukan hanya sekadar suara berisik dari kepalaku, tapi juga ide yang kukembangkan dengan bersusah payah.

Rate mature dan beberapa harsh words. Jika bacaan seperti ini bukan selera bacaanmu, maka jangan mampir kemari. Bijaklah dalam memilih bacaan!

🥀🥀🥀
SIX
.
.
.
.
.

Ara mengetatkan rangkulannya pada leher Jungkook. Matanya meneliti tiap sudut kapal untuk mencari tahu penyebab sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Ia melirik Nara di sampingnya, gadis itu terlihat sama bingung seperti dirinya.

Bagaimana tidak, Black Jack merupakan incaran mereka lalu mereka sebenarnya tak bisa berada di tempat kekuasaan Black Jack sebab hal itu sama bahayanya seperti Mariana Island yang baru saja mereka tinggalkan.

Mereka sedang berada di kandang musuh. Kapal itu perlahan meninggalkan Dermaga dan berlabuh kembali setelah singgah selama setengah jam.

Black Jack menjemput dua orang anggota mereka yang hendak kembali ke Seoul. Benar. Mereka adalah Jungkook dan Taehyung. Itulah mengapa setelah tahu Ara merupakan anggota BIN yang notabene adalah pihak lawan, Jungkook merisau.

"Tidur, Ara. Nanti kepalamu pusing karena kurang tidur," ucap Jungkook. Ia menyadari jika Ara tak kembali tidur sejak menaiki kapal.

"Aku sudah tidak mengantuk," jawab Ara dengan jujur.

"Kau ingin melihat matahari terbit?"

Ara mengangguk. "Aku mau."

Jungkook membawa Ara ke pinggir kapal. Didudukkannya wanita itu pada penadah air yang terbuat dari kayu tetapi dalam posisi terbalik. Tingginya sebatas pinggang Jungkook sehingga ia bisa merangkul Ara dengan nyaman dan tubuhnya berada di antara kedua paha Ara.

"Berapa lama lagi baru kita sampai ke Seoul?"

"Nanti malam." Jungkook menjawab.

Sejujurnya, Jungkook masih tak tenang. Dia sedang memikirkan bagaimana jika Ara tahu siapa dirinya, apakah Ara masih mau menerimanya atau tidak.

Jungkook bisa saja memanfaatkan gadis cantik itu. Dia bisa memakai Ara lalu membuangnya suatu saat nanti. Tapi, Jungkook tak rela melakukannya. Rasa sukanya pada Ara membuatnya berpikir keras mau ia bawa ke mana hubungan mereka itu.

Mereka berdua tengah melihat matahari yang perlahan muncul dari ufuk timur sambil berpelukan. Jungkook sangat sadar jika dirinya dan Ara tengah menjadi pusat perhatian, karena selama ini pria kaku itu tak pernah dekat dengan perempuan manapun.

"Siapa gadis itu, Jack?" tanya Hoseok pada Taehyung.

Hoseok terus mengamati Jungkook si pendiam dan tak pernah diketahui dekat dengan perempuan manapun sedang bermesraan dengan seorang gadis.

"Tahanan Mariana Island yang sedang mendapat red notice Interpol," jawab Taehyung. Dia juga tengah memperhatikan dua sejoli yang tengah berpelukan di pinggir kapal itu.

"Dia mengencani buronan Interpol?" kekeh Hoseok. Baginya, mengencani seorang tahanan yang merupakan pion dalam permainan mereka itu terdengar sangat lucu.

THE TRUE VILLAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang