Hello, I'm StarGirl👏
.
.
.
.
.
.
30 menit sebelum kejadian...
Jam istirahat berbunyi, semua murid bersorak gembira untuk ke kantin atau sekedar bermain di lapangan. Kelas-kelas kosong menyisakan freya yang tetap duduk di kursi yang tengah mengeluarkan kotak bekalnya
Dua suap nasi beserta lauk telah masuk ke mulutnya, hingga suara dari dua orang yang tengah masuk ke kelas membuat atensi freya teralihkan. Gadis itu acuh tak acuh, yang penting dia tak mengenal kedua gadis itu, jadi ia tidak perlu khawatir poinnya akan berkurang. Sebab ada peraturan dimana siswa dilarang makan di kelas.
"Lo freya kan?" Freya mendongak, Sedaritadi tak menyadari bahwa kedua gadis itu malah menghampiri mejanya.
"Hm.." Gumam freya melanjutkan makan.
"Lo dipanggil amel tuh, dia lagi nunggu di koridor dekat tangga." Kata salah satu gadis itu.
Freya hanya mengangguk dan masih melanjutkan makan "lo gak denger? Amel lagi nunggu?" Freya terdiam, menaruh seluruh perhatiannya pada dua gadis di hadapannya. Satunya yang berkuncir kuda dan satunya lagi yang berbandana tengah bersedekap dada menatapnya tak bersahabat.
"Lo gak liat gue makan?"
"Itu gak penting, yang lebih penting itu si amel lagi nunggu lo." Kata rambut yang berkuncir kuda.
"Omong kosong. Suruh dia nunggu, gue lagi mak---"
Prang!
"Seret dia." Freya terkejut seraya menatap makanannya dengan nanar yang sudah menyatu dengan ubin kelas yang dingin. Gadis itu pun menghentak kasar tangan gadis berbandana dan menarik rambutnya kencang.
"Ganggu orang makan benar-benar gak sopan! Gak diajarin sopan santun sama ortu lo ya??" Gadis berbandana berteriak kesakitan, sebab tangan freya benar-benar tanpa ampun menarik rambutnyaa.
"Kayak lo punya sopan santun aja!" Gadis berkuncir kuda langsung menahan lengan freya dan menampar pipi-nya
Satu dua anak mulai mengintip ke kelas, penasaran akibat keributan yang mereka ciptakan. Gadis itu pun menatap tajam keduanya dan menyenggol mereka kasar untuk menyusul amel.
Freya tak habis-habisnya merutuki amel karena waktu makan siangnya sudah terlewat.
"Sepenting apa sih." Gadis itu menggerutu memikirkan perkataan apa yang amel ingin sampaikan sampai menyuruh dua cunguknya untuk memanggil.
Melalui tangga di lantai dua, amel berdiri tepat di dekat tangga menuju lantai 3, tanpa aba-aba amel menyeret lengan freya menuju koridor yang jarang dilalui siswa-siswi. Gadis itu menatap freya nyalang.
"Maksud perkataan lo waktu itu apa ha??" Freya mengernyit, menyentak tangan gadis berbandana putih di hadapannya.
"Perkataan apa?!"
"Tentang gue sama pacar gue!"
Freya tersenyum miring "lo takut?? Kalo Putri kecil papa satu ini gak selugu keliatannya?"
"FREY!" Wajah amel memerah, napas gadis itu menderu menatap freya marah "lo jangan bilang apapun kalo lo gak mau nyesel!" Gadis itu lalu beranjak meninggalkan freya.
"Cih. Emangnya lo bisa apa?? Sembunyi di bawah ketiak uler itu? Gue yakin tu uler gak mampu ngelindungin lo dari masalah ini." Tangan amel mengepal, bisa tamat riwayatnya jika Linda sampai tau pergaulannya yang sangat bebas. Apalagi papa tirinya, gadis itu takut jika kasih sayang Ravi tak lagi sama setelah mengetahui bagaimana dirinya.
Apalagi dia masih anak SMP.
Amel kembali berlari menuju freya, menangis tak berdaya dan memohon untuk tidak membocorkan kelakuannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Freya
FantasiFreya Ellena mengalami kejadian yang sangat tidak masuk akal. Ketika ia berumur 17 tahun, freya dengan saudara laki-lakinya mengalami kecelakaan yang membuat gadis itu meregang nyawa. Freya pikir itulah akhir dari kisahnya. Namun sebuah keajaiban...
