Chapter 10

5.9K 315 21
                                        


Author POV

Dua orang gadis itu tengah asyik bertukar saliva di atas sofa mewah nya. Lidah mereka saling melilit satu sama lain disertai dengan decak dan desah lembut dari bibir sang dominan. Tubuh mereka saling menindih, tidak ada satu dari mereka yang ingin mengakhiri permainan panas ini. Hingga seorang gadis lainnya yang berdiri tepat di depan pintu masuk seketika menjatuhkan barang belanja nya. Ah, jangan lupakan mimik wajah nya yang terlihat syok melihat aksi bar bar dihadapan nya.

BRUK

Tas kresek yang berisi sayuran, daging dan beberapa buah buah an itu terjatuh di lantai hingga beberapa dari buah itu menggelinding berhamburan.

"ASTAGA, KARINNN!!!! IHHH, MATA GUE TERNODAI... HWAAAAA"

Mendengar jeritan melengking dari arah belakang, dua orang yang tengah bergumul itu buru buru menghentikan aktivitas nya .

"Ningning, astaga! Kalo mau masuk permisi dulu napa? Main nyelonong aja! " sungut Karin sambil merapikan baju dan rambut nya yang sedikit berantakan, sedangkan Willi hanya duduk tersipu malu di samping Karin.

"Hellooww..... Gue udah ketika beberapa kali ya, sampe merah semua ni tangan gue! "

"Ya di depan kan ada bel, Ningning sayangggg. Ganggu aja sih lo? "

"Oh iya ya... Sorry rin gue lupa. Lagian si lo, katanya mau barbeque an. Udah gue bela belain belanjain ini semua, eh lo nya malah asik sendiri sama brondong lo" sungut Ningning karena kesal.

"Iya iya gue juga sorry, kelupaan. He... He... Ya udah kenalan dulu gih, sama Willi. Willi sayang, dia besti laknat aku. Nama nya Ningning. "

"H-halo kak, aku Willi. " ucap Willi yang terbatas bata karena masih malu.

"Hai, Willi, aku bestie nya Mommy evil kamu. "Balas Ningning ramah

"Udah udah salaman nya! Ini punya gue Ning, lo cari aja yang lain. Awas aja kalo lo embat! " sungut Karin yang terlalu posesif terhadap Willi

"Ya elah Rin, man berani gue ambil degem lo. Bisa bisa nyawa gue melayang"

"Nah tu tau"

"Degem? Degem maksud nya apa mom? " tanya Willi

"Degem itu dede gemes, Willi sayang. Kek kamu" sahut Ningning yang langsung mendapat tatapan tajam dari pawang nya

"He... He.... He....Peace" kekeh Ningning dengan dua jari nya sedangkan Karin hanya memutar bola matanya malas

"Udah udah, becanda mulu lo Ning. Jadi gak nih barbequ an nya? "

"Jadi lah Rin. Gue udah bawa belanjaan berat berat ke sini juga. Nih, lo bawain sayur sama daging nya ke dapur"

"Ok"

Baru saja Karin akan membawa sebuah kresek yang penuh dengan sayur dan daging, sebuah lengan berurat terulur begitu saja menggengam pergelangan Karin, bermaksud untuk mengambil alih pekerjaan Karin.

"Biar Willi aja mom yang bawa. Kresek ini berat. "

"Utututu, cayang nya mommy sweet banget si. Muachhh" kecup Karin di sudut bibir Willi karena salting diperlakukan manis oleh Karin.

Saat dua orang insan yang sedang dimabuk asmara itu masih bermesraan, Ningning si obat nyamuk itu hanya bisa musuh dalam hatinya.Bisa bisa nya mereka begituan di depan nya yang masih jomblo.

"Aaaaaa.... Kasian, aaaaaa..... Aaaaa, kasiannnn" batin Ningning dalam hati😄

"Ekhemmm, excuse me!!!! Ini gua disini dianggep gk si daritadi? Asik mesra mulu dari tadi? " sewot Ningning yang sudah hilang kesabarannya.

BITE ME (SLOW UPDATE) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang