Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author POV
Pagi kembali menyambut dengan ceria. Sinar hangat nya seakan terasa menambah semangat di pagi itu. Begitu juga dengan para karyawan yang mengadu nasib nya dibawah gedung mewah berukir nama SKY Company telah banyak menyerap pekerja karyawan. Namun nuansa hangat dan ceria yang mereka rasakan tidak kah berlangsung begitu lama, setelah kedatangan sangat direktur cantik Karin Silviana Wijaya.
Kaki jenjang Karin begitu kontras dengan pasangan rok span yang ia pakai. Belum lagi suara hentakan dari heels yang ia kenakan beradu nyaring dengan lantai gedung nya yang terbuat dari marmer. Semua mata tertunduk menatap dingin nya marmer, tak ada satu pun yang ingin meraih nasib buruk jika mata mereka lancang menatap ke arah Karin.
BLAMM
Karin menutup pintu ruangan nya dengan kasar hingga menimbulkan dentuman keras. Beruntung lah ruangan Karin berada pada lantai paling atas gedung SKY Company, sehingga dentuman tadi tidaklah terdengar hingga ke ruangan karyawan nya yang akan membuat nyali mereke seketika menciut.
Jari lentik Karin menekan tombol pada telepon meja nya. Ketika sambungan telepon terhubung, Karin hanya mengucapkan beberapa patah kata saja.
"Datang ke ruangan ku sekarang! " titah Karin
Tut
Tidak selang lama kemudian, seorang asisten cantik yang selalu sabar menghadap bos sekaligus sahabat nya yang tantrum an itu dengan raut muka yang tidak kalah sebal dengan Karin, siapa lagi jika bukan Ningning.
"Ada apa si Rin? Ini udah panggilan ke sembilan lo pagi ini ya? Lo rese banget sejak putus sama brondong lo itu?! " geram Ningning namun masih berusaha sabar
"Bodoamat! Siapin ruang meeting 30 menit dr sekarang! Kumpulkan semua staf marketing dan finance untuk membahas kemajuan dan kerugian perusahaan kita di bulan ini! " ucap Karin masih dengan raut muka nya yang masam.
"Hhhh, serah lo deh! Gua ke bawah dulu nyiapin semua yang lo minta"
Selepas Ningning pergi, Karin kembali melamun mengingat kebodohan nya 3 bulan yang lalu saat ia ketahuan kercumbu dengan lelaki itu.
Karin POV
"Duhh, gua kangen Willi setengah mampus! Setelah 3 bulan yang lalu gua dibentak sama Willi, tu bocah terus ngilang gak ada kabar. Mana sampe sekarang belum ada laporan tentang keberadaan Willi lagi. Sshhh, bodoh banget si lo Karin malam itu?! Bisa bisa nya lo ciuman sama cowo bajingan itu?! " monolog Karin yang masih terus menyesal menyalahkan dirinya saat insiden itu terjadi.
BRAKK
Baru saja melamun beberapa menit yang lalu, aku dikejutkan oleh suara gebrakan meja didepan ku. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Ningning. Karna hanya dia yang berani berlaku kurang ajar terhadap ku.
"Sialan lo Ning! Bikin kaget aja? Ngapain sihh? "
"Si anjir goblok ni bocah?! Lo gak inget 30 menit yang lalu lo nyuruh sm gua ngelakuin apa? Kan lo sendiri yang minta buat meeting. Sekarang lo malah balik tanya gua lagi, lupa lo? Gimana sih? " oceh Ningning kesal dengan perlakuan Karin yang terlihat semena mena
"Ckk, cancel aja ! Gua lagi males meeting! Mood gua bener bener berantakan banget Ning, 3 bulan terkahir ini. " ucap ku seolah olah tanpa dosa setelah usaha yang dilakukan Ningning.
"Whatt? Lo cancel?! Setelah apa yang gua lakuin lo cancel? Emang bener bener lo ya?! Eh rin, lo itu aneh tau gak sejak lo putus sama brondong lo itu?! "
KAMU SEDANG MEMBACA
BITE ME (SLOW UPDATE)
Novela JuvenilTentang seorang direktur cantik yang terobsesi dengan bocah kuliahan. "Kau tahu, aku akan selalu mendapatkan apa yang aku inginkan sayang " Karin Silviana Wijaya "Persetan dengan keinginan mu! Lepaskan aku dan biarkan aku bebas! " Williona Andreasa...
