☬•°•°•°• ≈≈≈≈≈ ✧YZ✧ ≈≈≈≈≈ •°•°•°•☬
Zhan perlahan membuka matanya dan melirik sekitar, mencermati setiap bagian ruangan.
"Di kamar Yibo." Gumamnya pelan dan segera duduk seraya mengucek matanya.
Zhan melirik sekitar dan tidak mendapati keberadaan pria itu. Zhan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Zhan segera bangkit dari ranjang dan berjalan keluar. Saat keluar dari ruangan Yibo ia sudah melihat anggota Xezora tengah berkumpul dan bermain.
"Di mana Yibo?" Tanya Zhan pada Seo.
"Di rooftop." Jawab Seo yang masih fokus dengan biliar nya.
Zhan mengangguk pelan dan segera melangkahkan kakinya. Melewati In-guk yang menatapnya tajam tidak suka. Zhan membalas tatapannya heran tetapi memilih mengabaikannya. Zhan segera menaiki tangga menuju rooftop. Sesampainya di sana ia melihat pria yang dicarinya tengah berdiri menatap langit malam seraya menikmati sebatang rokok. Zhan perlahan mendekatinya.
"Wah.... Bukankah langit malam ini sangat indah?" Ujar Zhan yang mencairkan suasana dan berdiri di samping Yibo.
Sontak Yibo menoleh ke arahnya dan tersenyum tipis.
"Seperti dirimu."
Zhan membelalakkan matanya tak percaya mendengar gombalan yang baru saja ia ucapkan.
"Lihat bintang-bintang kecil itu." Ujar Yibo seraya merangkul pundak Zhan dan menunjuk bintang-bintang kecil di atas sana.
"Hm, sangat terang dan cantik."
"Ya, itu seperti dirimu." Ujar Yibo tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.
"Diriku? Kenapa seperti itu?"
Yibo menghela nafasnya pelan, tersenyum sejenak kemudian kembali berucap,
"Aku bagaikan langit malam tanpa bintang-bintang itu, gelap. Dan bintang-bintang itu menghiasi langit gelap dengan menyinarinya. Kau menyinari hidupku." Yibo tersenyum hangat pada Zhan.
Deg!
Perkataan yang sangat menyentuh hatinya. Begitupula dengan senyuman hangat penuh ketulusan itu membuat Zhan berlinang air mata dan terharu. Kemudian ia meneteskan air matanya karena merasa sangat bersalah sudah membohongi pria ini yang sudah jelas sangat tulus padanya.
"Hei, kenapa menangis?" Tanya Yibo panik.
Zhan terus meneteskan air matanya karena sesak di dadanya. Bahkan ia juga membenci dirinya yang dengan tega membohongi pria ini.
"Apakah aku berbuat salah?"
"Tidak...." Zhan berusaha menahan sekuat tenaga air matanya agar tidak terus menetes. Ia mengusap sisa air matanya dan tersenyum lebar pada Yibo hingga memperlihatkan gigi kelincinya.
"Kau sangat aneh." Ucap Yibo gemas dan memencet pipi Zhan.
"Maafkan aku, Yibo."
Yibo dibuat keheranan dengan pernyataan maaf dari Zhan lantaran ia tak memiliki kesalahan.
"Untuk apa?"
"Hanya, maafkan aku."
"Maafkan aku sudah membohongimu." Lanjut Sean dalam hati.
"Biarkan aku memelukmu." Yibo memeluk erat Zhan dan bersandar di bahu pria yang sangat nyaman itu. Zhan membalas pelukannya dengan senang hati dan menepuk-nepuk pelan punggung Yibo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Love Is Wrong
AçãoPerjalanan seorang detektif kampung, Lee Sean yang melakukan penyamaran sebagai Xiao Zhan untuk bergabung ke komunitas narkoba terbesar yang diketuai oleh presiden Gangnam yaitu, Wang Yibo. Awalnya penyamarannya berjalan lancar, tetapi semuanya be...
