Perjalanan seorang detektif kampung, Lee Sean yang melakukan penyamaran sebagai Xiao Zhan untuk bergabung ke komunitas narkoba terbesar yang diketuai oleh presiden Gangnam yaitu, Wang Yibo.
Awalnya penyamarannya berjalan lancar, tetapi semuanya be...
Yibo dan Zhan tengah menikmati langit sore yang memperlihatkan proses terbenamnya matahari. Suara aliran sungai dan angin membuat suasana sangat nyaman.
Zhan bersandar di bahu Yibo yang sangat nyaman seraya memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa wajahnya.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Yibo.
"Sangat menyukainya...." Jawab Zhan dan memasang senyuman di wajahnya.
"Apa lagi hanya ada kita di sini." Sambung Zhan seraya melirik sekitar. Memang tidak ada siapapun di sana, hanya ada mereka berdua.
"Aku memiliki hadiah untukmu." Ujar Yibo tersenyum lebar.
"Hadiah? Apa?" Tanya Zhan antusias dengan membulatkan matanya menatap Yibo.
"Berbalik dan tutup matamu."
Zhan mematuhi permintaan Yibo, ia segera memutar tubuhnya hingga duduk dengan membelakangi Yibo dan memejamkan matanya seraya tersenyum lebar tak sabar hadiah apa yang Yibo siapkan untuknya.
Yibo mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya. Kemudian memasangkan benda tersebut di leher jenjang Zhan. Zhan sangat terkejut saat merasakan sesuatu melewati lehernya.
"Buka matamu." Bisik Yibo.
Zhan dengan perlahan membuka matanya dan melihat sesuatu yang sudah melingkar di lehernya. Sebuah kalung dengan liontin bulan sabit.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zhan masih menganga tak percaya dan memutar tubuhnya kembali dan menatap Yibo dengan tatapan tak percaya.
"Aku ingin kamu menjadi milikku." Ujar Yibo seraya tersenyum hangat penuh ketulusan.
Zhan masih terpaku dengan jantungnya yang masih berdebar-debar nyaris melompat keluar dan menari-nari.
"Bisakah kita menjalani kehidupan bersama? Hanya kita." Yibo menggenggam tangan Zhan dan menatap kedua mata pria yang masih terpaku itu dengan serius.
"Aku ingin kamu selalu berada di sisiku, aku akan menjagamu semampuku."
Zhan meneteskan air matanya mendengar semua ucapan Yibo yang menyentuh hatinya. Ia terperangah dengan ketulusan pria tersebut. Ia merasa tidak berhak untuk menerima semua pengakuan tersebut karena dirinya hanyalah pembohong yang sangat jahat.
"A-aku...." Suara Zhan terdengar bergetar, ia tak kuasa menahan tangisnya dan menyelesaikan kalimatnya karena bibirnya yang bergetar.
"Aku sangat menyayangimu, Zhan, hanya kamu yang aku miliki." Yibo menarik tubuh Zhan ke pelukannya.
Zhan menangis hingga terisak-isak. Ia tidak memiliki hak untuk menerimanya. Ia bukanlah Xiao Zhan, dia hanyalah Lee Sean yang menyamar.
"Aku tidak bisa memberimu jawaban sekarang." Ujar Zhan dan melepaskan pelukannya. Menatap kedua mata Yibo dengan penuh rasa sesak di dadanya. Sangat sulit sebenarnya karena ia juga ingin memiliki Yibo tetapi ia tidak bisa egois.