☬•°•°•°• ≈≈≈≈≈ ✧YZ✧ ≈≈≈≈≈ •°•°•°•☬
Zhan di buat kebingungan karena Yibo yang membawanya masuk ke ruang makan khusus yang digunakan oleh mereka orang-orang penting. Sedangkan Zhan hanyalah pengawal pribadi yang tidak ada apa-apanya.
"Duduk." Suruh Yibo dengan nada datar namun terkesan memerintah membuat Zhan tak bisa berkutik dan segera duduk.
Yibo mengambil beberapa makanan dan meletakkannya di depan Zhan yang masih terkejut. Kemudian duduk berhadapan dengannya dengan hidangan makanan yang sama dengan Zhan.
Zhan kali ini mengerti mengapa Yibo memberikannya makanan. Tentu saja untuk mengajaknya makan bersama. Sebenarnya Zhan mau saja makan bersamanya apalagi melihat makanan yang terhidang sangatlah lezat, tetapi melihat raut wajah dan aura pria itu membuat Zhan tak nyaman.
"Sepertinya.... Makanan di kantin lebih enak." Ujarnya berbohong seraya memperlihatkan senyum kikuk.
Yibo mendengus kesal dan menatapnya tajam. "Duduk, diam, dan makan." Ujarnya dengan nada memerintah. Zhan menelan ludahnya takut seraya mengedipkan matanya terkejut.
Zhan tak bisa membantah dan memilih untuk melahap makanan yang terhidang. Daripada nyawanya melayang karena tidak menuruti perintahnya? Lebih baik ia menikmati makanan lezat itu mengabaikan suasana canggung keduanya.
Menghabiskan waktu 10 menit untuk keduanya makan, dan hanya keheningan yang menemani mereka. Tiba-tiba saja suara derap langkah kaki terdengar sedang mendekati mereka. Terlihat Taeho yang menatap keduanya kebingungan.
"Kau? Kenapa kau di sini?" Tanyanya pada Zhan yang menatapnya polos.
"Aku yang memintanya, ada apa?" Sahut Yibo.
"Kita harus bicara." Ujar Taeho dan berlalu pergi.
Yibo bangkit dari duduknya dan segera berjalan, sudah dapat menebak hal apa yang akan mereka bicarakan. Taeho masuk ke ruangan rapat mereka yang di sana sudah ada kehadiran, In-guk, Seo, dan Sehun.
Yibo segera duduk di kursi bagian tengah sementara mereka berempat duduk sejajar menghadap Yibo.
"Silahkan." Ujar Yibo mempersilahkan untuk mereka bicara.
"Kejadian sebelumnya yang menimpamu dan Zhan, aku rasa itu adalah anak buah Song Dohyuck. Dia marah karena kau berhenti mengirimkan uang padanya." Ujar In-guk.
"Aku tahu." Jawab Yibo. Dapat ditebak dengan jelas bahwa itu pasti ulah Song Dohyuck, karena hanya dia yang memiliki dendam pada Yibo selain anak buah sersan Jang yang sudah Yibo suruh untuk pergi jauh-jauh.
"Jadi, apa rencana mu?" Tanya Taeho. Mereka tak bisa membiarkan Dohyuck dengan bebas sebelum dia merencanakan hal aneh lainnya.
Yibo terdiam sejenak memikirkan cara. Kemudian Sehun membuka suaranya.
"Gangnam Cristal yang kita buat, ditiru oleh pengedar narkoba kecil." Ujar Sehun selaku pemimpin penyebaran narkoba di daerah Korea melalui club dan bar.
"Kami akan menangkapnya." Ucap Seo.
Yibo hanya menganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi menuju ruang makan tempat Zhan berada. Sesampainya di sana, ia tak lagi menemukan keberadaan pria itu.
Sean sudah sampai di markas tempat timnya berkumpul. Di sana sudah ada pak Cho dan juga Dohyung. Kemudian ia masuk seraya tersenyum.
"Kenapa kau tidak hadir kemarin malam?" Tanya pak Cho sembari membaca sebuah berkas.
"Aku ingin keluar waktu itu tetapi Yibo menghalangiku." Jawab Sean dengan tersenyum merasa bersalah. Kemudian ia duduk di sebelah Dohyung.
"Apa kau terluka?" Tanya Dohyung khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Love Is Wrong
AçãoPerjalanan seorang detektif kampung, Lee Sean yang melakukan penyamaran sebagai Xiao Zhan untuk bergabung ke komunitas narkoba terbesar yang diketuai oleh presiden Gangnam yaitu, Wang Yibo. Awalnya penyamarannya berjalan lancar, tetapi semuanya be...
