☬•°•°•°• ≈≈≈≈≈ ✧YZ✧ ≈≈≈≈≈ •°•°•°•☬
"Aku tidak bisa melanjutkan misi ini." Ujar Sean dengan berlinang air mata membuat pak Cho dan Dohyung menatapnya kasihan.
"Apa maksudmu, Sean?" Tanya pak Cho.
"Kau bertanya apa maksudku?! Aku sudah membunuh!" Bentak Sean dengan meneteskan air matanya. Mentalnya terpengaruhi sebab sudah membunuh atas perintah Yibo kemarin malam.
"Tapi apa kau akan berhenti di saat kita sudah hampir berhasil?!" Tegas pak Cho dengan nada yang terdengar santai.
Nafas Sean memburu dan jantungnya berdetak kencang serta tubuhnya bergetar. Ia mengacak rambutnya frustasi dan duduk sembari memijat kepalanya.
"Sean, kita sudah di setengah jalan menjalankan misi." Ujar Dohyung seraya menepuk pundak Sean.
"Tapi, aku sudah membunuh, Hyung....." Sean meneteskan air matanya sedih serta kecewa dengan dirinya sendiri.
"Akan cepat selesai jika kau menjalankan misi dengan baik." Ucap pak Cho.
Sean menarik nafas dalam kemudian menghelanya kasar kemudian membanting meja dengan amarahnya yang membuncah.
"Jika bapak ingin misinya berjalan baik, maka lakukan sendiri!" Tegas Sean yang sudah dikuasai oleh emosinya dan segera berjalan pergi.
Berusaha menerima kesalahan yang sudah ia perbuat bukanlah hal yang mudah, membunuh warga sipil demi rencananya itu sangat membuat Sean tertekan. Emosionalnya tak terkontrol hingga mempengaruhi tempramen nya.
Sean kembali ke kantor Yibo dan melihat Yibo, In-guk dan Taeho tengah berdiri dengan tas ransel serta alat pancing di tangan mereka.
Zhan menghampiri mereka dengan rasa penasaran.
Yibo menatapnya sejenak kemudian masuk ke mobil yang di dalamnya sudah ada Taeho dan In-guk.
Semua anak buahnya membungkukkan badan hormat saat mobil tersebut mulai berjalan hingga tak tampak lagi.
"Kemana mereka?" Tanya Zhan pada Seo yang tengah menghisap rokoknya.
"Memancing."
"Memancing?"
"Iya, mereka bertiga memang selalu memancing setiap dua kali sebulan." Kemudian Seo berlalu pergi masuk. Sementara Zhan terdiam sembari berfikir sejenak.
Kemudian ia ikut masuk dan mendapati Sehun tengah menikmati secangkir kopi.
Zhan memiliki ide untuk bertanya padanya.
Zhan ikut duduk di sebelah Sehun dan mengeluarkan dua batang rokok, memberikannya satu pada Sehun dan satu untuknya. Sehun tersenyum dan menerimanya kemudian Zhan mengeluarkan pemantik api dan membakar rokok Sehun dan juga miliknya.
"Apa Yibo, Taeho, dan In-guk hanya memancing bertiga?" Tanya Zhan sembari menghisap rokoknya.
"Iya, sejak dulu mereka akan pergi memancing bertiga tidak pernah mengajak anak buah lainnya." Jawab Sehun. Memang ketiganya selalu pergi memancing setiap dua kali sebulan.
"Berapa lama biasanya mereka memancing?"
"Sekitar..... Dua hari atau paling lama tiga hari."
"Di mana mereka biasanya memancing?"
"Hm.... Mereka tidak memberitahu kami. Ada apa?" Tanya Sehun yang semakin penasaran kenapa Zhan bertanya banyak tentang kegiatan memancing mereka.
"Ah? Tidak apa-apa, aku anggota baru jadi tidak tahu apa-apa." Ucap Zhan seraya tersenyum tipis kemudian pergi. Mendapatkan sedikit info.
Sean segera mengendarai mobilnya menuju markas mereka. Sebelum itu ia sudah mengabari semuanya untuk berkumpul.
Sesampainya di sana, Sean segera masuk duduk tanpa menyapa hormat kedua atasannya. Membuat pak Cho dan Dohyung keheranan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Love Is Wrong
ActionPerjalanan seorang detektif kampung, Lee Sean yang melakukan penyamaran sebagai Xiao Zhan untuk bergabung ke komunitas narkoba terbesar yang diketuai oleh presiden Gangnam yaitu, Wang Yibo. Awalnya penyamarannya berjalan lancar, tetapi semuanya be...
