49. Kecewa

2.2K 166 8
                                        

Happy reading

    

     

"Pakai aku, Mark! Pakai aku malam ini! Rusak aku! Gunakan tubuhku sesukamu!"

Netra Mark membola mendengarnya.

"A-apa?"

Jeno melepas cengkraman tangan Mark. Ia lalu memegang tangan pemuda itu dan meletakkannya di dadanya.

"Ayo Mark, sentuh aku! Pakai aku sesuka hatimu! Rusak aku malam ini juga!"

Mark menggelengkan kepalanya.

"Enggak Sayang. Aku gak mau ngerusak kamu! Aku-"

Kalimat Mark terhenti karena Jeno tiba-tiba melayangkan kecupan pada lehernya.

"Sayang, berhenti!" ucap Mark seraya memberontak.

Namun Jeno seakan tak peduli. Ia terus saja berusaha menciumi leher Mark untuk membangkitkan gairahnya.

"Berhenti Sayang! Berhen- JENO STOP!"

Mark berteriak karena Jeno semakin menggila. Ia mencoba menjilati cuping telinga sang kekasih. Mark yang terkejut berteriak seraya memberontak. Hingga tanpa sadar mendorong Jeno. Hingga membuat pemuda itu terjatuh.

"Aargh!" pekik Jeno kala punggungnya menghantam lantai.

"Sayang!" Mark turut memekik karena terkejut.

Ia bergegas turun kemudian menggendong Jeno ala bridal dan membawanya menuju sofa.

"Maaf Sayang. Maafin aku. Aku gak sengaja dorong kamu!" ucapnya panik.

Mark duduk di sisi tubuh Jeno. Ia menarik dan menggenggam sebelah tangannya. Pemuda tersebut menutup matanya dengan sebelah lengannya lengannya yang terbebas dan mulai menangis.

"Sayang, maafin aku. Mana yang sakit?"

Jeno tak menjawab. Ia hanya terus menangis dengan tersedu-sedu. Mark semakin panik melihatnya.

"Maaf Sayang. Aku gak bermaksud kasar. Aku gak sengaja dorong kamu. Aku tadi kaget Sayang. Maaf..."

Jeno masih menangis.

"Bilang aku, mana yang sakit? Punggung kamu ya? Sini aku liat."

Jeno menggeleng.

"Hati aku yang sakit Mark. Sakit banget. Makanya aku minta kamu buat pake aku. Aku minta kamu buat rusak aku. Karena aku udah gak peduli, Mark. Aku gak peduli apapun lagi karena hatiku begitu sakit."

         

°°

     

Mark berbaring di sisi Jeno dalam diam. Ditatapnya lekat kekasihnya itu. Tangannya terulur mengusap pipi Jeno yang semakin menirus. Hatinya bersedih kala mengingat kejadian satu jam sebelumnya.

"Kenapa kamu harus terus mengalami kekecewaan Sayang? Kenapa kamu selalu dibuat sakit hati?"

"Sungguh aku sakit ngeliat kamu seperti tadi. Kamu sampai meminta aku buat ngerusak kamu. Sebesar itukah kekecewaanmu? Sedalam itukah sakit di hatimu?"

Mark menatap Jeno sedih.

"Aku sangat menyayangimu Jeno. Tapi aku gak pernah berpikiran buat ngerusak kamu. Kamu berharga buatku. Kamu segalanya bagiku. Gimana bisa aku ngerusak sesuatu yang sangat berharga buat aku?"

Suara Mark mulai bergetar. Ia lalu bangkit dari tidurnya. Mengecup kening Jeno singkat, lalu beranjak turun dari ranjang.

Mark mencari ponselnya. Dan setelah menemukannya, ia mencari nomor sang ibunda dan meneleponnya.

Neighbour | MarkNo (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang