Happy reading
"Kamu harus maafin Donny, Sayang," ucap Mark.
Jeno menatap Mark lekat.
"Cobalah mengerti. Mungkin dia gak mau kamu terluka. Karena ini ada hubungannya sama Om Hayden. Dia sangat memahami kamu, Sayang. Dia tau tentang penyakitmu. Jadi aku rasa dia gak mau kamu jadi stres begitu denger soal ini."
Pemuda di depannya tak bereaksi apa-apa.
"Dan sepertinya alasan kuat dia menutupi ini semua karena dia mau terus di dekatmu untuk terus menjagamu. Karena dia tau, kalo kamu tau soal hubungan diantara kalian, kamu pasti menjauh. Tepat seperti sekarang ini."
"Mungkinkah dia begitu, Mark?"
"Iya Sayang. Aku yakin dia gak berniat menipu kamu. Percaya sama aku. Dia lakukan itu karena dia mau tetap dekat sama kamu. Inget Sayang, mau dipungkiri seperti apapun status Donny itu kakak kamu. Kalian saudara sedarah. Dan sesama saudara jangan menyimpan amarah terlalu lama. Gak baik."
Jeno diam untuk beberapa saat.
"Gimana Sayang? Kamu mau kan maafin dia?"
Akhirnya Jeno mengangguk.
"Iya Mark. Aku mau maafin Kak Donny."
Wajah Mark menjadi sumringah.
"Sungguh?"
Jeno kembali mengangguk.
"Kamu bener Mark. Biar gimanapun dia kakakku, kan!?"
Mark kembali tersenyum.
"Bener Sayang. Dia kakakmu."
"Kalo nanti kami ketemu, aku mau panggil dia Kakak. Dan mau aku peluk, sebagai ungkapan kasih sayang adik ke kakaknya. Boleh kan Mark, aku peluk dia?"
"Boleh Sayang. Tentu boleh."
Jeno memeluk Mark.
"Makasih, Mark. Makasih pengertiannya."
"Sama-sama Sayang," jawab Mark seraya menoleh ke balik pintu balkon.
Bertukar pandang dengan Fanny yang mendengarkan pembicaraan keduanya bersama dengan Yunita. Wanita itu tersenyum haru.
"Terima kasih Mark," ucapnya tanpa suara.
Mark membalasnya dengan anggukan. Ia menoleh pada Yunita yang mengangkat kedua jempolnya. Dan Mark membalasnya juga dengan dua jempol seraya tersenyum lega.
°°
Saat makan siang, Mark dan Yunita diminta Fanny untuk bergabung bersama dirinya dan kedua putranya. Tentu saja ajakan itu diterima dengan senang hati oleh keduanya. Saat itulah Jeno menggunakan kesempatan untuk bicara pada ibu dan saudara kembarnya.
"Ma, Ja, Jeno mau ngomong," ucapnya.
Keduanya menoleh. Pun dengan Mark dan Yunita.
"Mau ngomong apa, Sayang?" tanya Fanny.
"Eum.. Soal..." Jeno menggantung kalimatnya.
"Soal apa Jen? Kok kamu ragu-ragu gitu?" tanya Naja.
"Soal.. Kak Donny."
Wajah keduanya nampak menegang.
"Ada apa dengan dia, Sayang?" tanya Fanny.
"Ma, sebelumnya Jeno minta maaf. Tapi, Jeno memutuskan untuk memaafkan Kak Donny dan menerimanya sebagai putra papa," ucap Jeno yakin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neighbour | MarkNo (END)
RomancePunya tetangga ganteng, sedap dipandang mata, tapi ngeselin bin nyebelin itu sebenernya anugrah atau malapetaka sih? #1 MarkNo 18/12/2023 #1 Jenonct 20/01/2024 #1 Marknct 14/03/2024
