Extra Chapter

2.9K 160 14
                                        

Happy reading

    

    

Jeno berdiri di depan cermin. Ia melihat dengan seksama bayangan dirinya. Mencoba mengecek, apakah ada yang kurang atau terlewat. Tak lama ia tersenyum puas. Karena penampilannya sudah sempurna.

Tok-tok-tok...

"Jen," suara sang ibunda memanggilnya.

"Iya Ma. Masuk aja," ucap Jeno.

Sesaat kemudian Fanny masuk. Ia tersenyum melihat putra bungsunya tersebut.

"Gantengnya anak mama..."

"Terima kasih Ma."

Jeno memutar badannya menghadap Fanny. Lalu meraih kedua tangannya.

"Mama juga cantik."

"Padahal mama belum makeup loh."

"Mama walaupun gak pake makeup tetep cantik kok. Jeno malah suka mama yang begini. Cantiknya natural."

Fanny tersenyum.

"Anak mama kebanyakan digombalin Mark nih. Makanya jadi pinter ngegombal mama sekarang."

Jeno terkekeh pelan.

"Tau aja Mama."

"Oh iya. Naja udah siap tuh."

"Iya Ma. Jeno juga udah siap kok."

"Mark gimana?"

"Mark masih mau ke kampus bentar. Nanti pasti dateng kok Ma."

"Ya udah. Kalo gitu cepet berangkat gih!"

Jeno mengangguk. Ia lalu beranjak meninggalkan kamar dengan merangkul pundak Fanny.

"Wah, cakep banget yang mau graduation," puji Hayden.

"Makasih Pa."

Lalu Jeno menoleh pada Naja.

"Ayo berangkat Na," ucapnya.

"Oke," seru Naja.

"Pa, Ma, kami berangkat dulu ya."

"Iya, Hati-hati di jalan ya," jawab Fanny.

Jeno mengecup pipinya singkat.

"Iya Ma," sahut Jeno dan Naja kompak.

"Jangan ngebut ya Ja," ucap Hayden mengingatkan.

"Siap Bos!"

"Mama Papa jangan lupa undangannya jam 8!"

"Iya Jeno."

    

°°

     

Acara kelulusan di sekolah Jeno sudah akan dimulai. Ia beberapa kali nampak menoleh ke arah kursi tamu. Mencari sosok kekasih yang tak kunjung datang. Saat tatapannya bertemu dengan ketiga anggota keluarganya, Jeno tersenyum. Ia mencoba tak menunjukkan kegelisahannya. Walaupun sebenarnya ia sangat cemas menanti Mark. Hingga acara pun dimulai.

Mark masuk tepat saat MC mengucapkan salam. Ia duduk di tempat yang telah disediakan. Lalu mengedar pandang diantara barisan para siswa kelas XII. Senyumnya terkembang kala menjumpai sosok Jeno yang tampak bersinar di antara murid yang lain.

'Kenapa kamu makin keliatan cantik, Sayang?' batin Mark.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Neighbour | MarkNo (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang