Happy reading
"Apa kau mau aku mengambil kembali rumah ini dan menarik kedua mobil hadiah pemberianku itu?"
"J-jangan Bu! S-saya m-mohon j-jangan!" pinta Sera.
Ia mendekat pada Tania dan memegang tangannya seraya memohon.
"Tapi anakmu membuat kesalahan fatal dengan mencelakai kesayanganku," ucap Tania dingin.
"M-maafkan putra saya, Bu Tania. Saya mohon. Saya janji dia gak akan melakukan hal bodoh lagi."
Tubuh Sera luruh. Ia memegang kedua kaki Tania.
"Bukan kamu yang harusnya berjanji."
"Jack!" seru Sera.
"Cepat minta maaf!" sambungnya.
"Maafkan saya, Bu Tania. Saya benar-benar menyesal. Sungguh, saya gak ada niat nyelakai Jeno. Saya cuma panik karena dia tiba-tiba pingsan. Saya bawa dia pulang karena saya mau ambil ATM buat periksain dia ke rumah sakit. Sungguh Bu! Saya mohon maafkan saya," terang Jack panjang lebar.
Tania menghela nafas panjang.
"Maaf untuk kalian ada di tangan Jeno. Kalau dia memaafkan kelakuan Jack, maka kalian aman. Tapi kalau Jeno gak memaafkan Jack, saya terpaksa ambil semua fasilitas yang sudah saya kasih ke kalian termasuk rumah dan kendaraan. Paham kalian?"
Wajah Jack semakin pucat. Rasanya mustahil Jeno memaafkannya, setelah ia membuatnya ketakutan hingga pingsan.
"Ayo anak-anak. Kita pulang," ucapnya.
Naja dan Mark mengangguk. Mereka mengeluarkan Jeno dari mobil Jack. Namun Donny hanya diam di tempat. Ia merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya. Donny menunduk seraya memegangi kepalanya.
"Donny, kenapa Nak?" tanya Tania cemas.
Donny tak menjawab. Hingga kemudian tubuhnya terhuyung. Tania memegang tubuh lemah Donny hingga pemuda itu rasanya tak kuat lagi menopang tubuhnya.
"DONNY!" / "KAK!" pekik Tania dan Naja bersamaan.
Jack dengan sigap membantu Tania memegang Donny yang tiba-tiba roboh. Sementara Naja yang semula membopong tubuh Jeno, mengoper tubuh ringan adiknya itu pada Mark. Lalu mendekat pada Donny dan Tania.
"Donny, kamu kenapa Nak?" tanya Tania panik.
"J-Jen-no," lirih Donny.
Nafasnya tersengal.
"Jeno gapapa. Dia bakal segera sadar. Kakak kenapa? Apa yang dirasain?" tanya Naja tak kalah panik.
Donny tersenyum kala mendengar panggilan yang Naja sematkan padanya. Ia kemudian menggeleng. Sakit luar biasa kembali menyerang kepalanya.
"Aargh.." erangan keluar dari mulutnya.
"Tante, ayo kita bawa Kak Donny ke rumah sakit," ucap Naja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neighbour | MarkNo (END)
RomancePunya tetangga ganteng, sedap dipandang mata, tapi ngeselin bin nyebelin itu sebenernya anugrah atau malapetaka sih? #1 MarkNo 18/12/2023 #1 Jenonct 20/01/2024 #1 Marknct 14/03/2024
