Happy reading
Yaksa menyetir mobilnya perlahan-lahan. Beberapa kali ia melirik bahkan menoleh pada sahabatnya yang tengah melamun. Pandangan matanya menatap kosong ke depan. Raut penuh kesedihan nampak jelas di wajah tampannya. Yaksa menjadi iba. Ia melirik pada Refan dan Haekal yang duduk di bangku belakang. Keduanya pun nampak sama khawatirnya. Hingga akhirnya Refan memutuskan untuk mengajak Jeno bicara.
"Jen," panggilnya.
Jeno sedikit tersentak.
"Ya?" jawabnya seraya menoleh ke belakang.
"Gimana bimbingannya?" tanya Refan lagi.
"Lancar," jawab Jeno singkat.
"Lo nyaman, bimbingan sama Kak Jack?"
Jeno mengangguk.
"Beneran?"
"Kenapa emangnya? Ada yang salah?"
"Eum.. Enggak. Gue cuma tanya. Soalnya gue gak begitu kenal Kak Jack."
Refan tergagap. Ia khawatir salah bicara dan berakhir Jeno mengetahui soal Jack yang menargetkan dirinya. Haekal menyikut lengannya.
"Gue juga," ucap Jeno singkat.
"Gue gak begitu mengenal Kak Jack. Gue gak tau kepribadian dia. Dia memang keliatannya terbuka. Tapi entah kenapa gue ngerasa dia cukup misterius," sambungnya.
Ketiga temannya hanya diam.
"Kalian tau? Gue rasa ada yang beda dari Kak Jack," tanyanya seraya tetap menatap lurus ke depan.
"Apa yang beda?" tanya Yaksa.
"Sikapnya. Caranya ngomong. Juga caranya natap gue," jawab Jeno yang cukup mengejutkan ketiga sahabatnya.
Refan dan Haekal saling pandang.
"Maksud lo?" tanya Yaksa.
"Mungkin gue yang kegeeran, tapi gue ngerasa kayaknya Kak Jack punya perasaan khusus sama gue."
Jawaban Jeno kembali mengejutkan Yaksa dan yang lain.
'Jadi Jeno ngerasa?' batin Haekal.
'Udah gue duga Jeno ngerasa. Orang seperti dia ini lebih peka dari keliatannya,' batin Yaksa.
"Lo serius Jen?" tanya Haekal.
"Entah. Gue juga gak yakin. Cuma feeling," jawab Jeno.
"Kalo Kak Jack emang punya perasaan sama lo gimana?" tanya Haekal lagi.
"Kalo emang bener ya gue mending mundur olim. Gue gak mau Kak Jack makin berharap sama gue," jawab Jeno.
Yaksa menegang mendengar jawabannya. Ia teringat bagaimana dulu Jack ketika ditolak oleh seorang adik kelasnya. Ia marah, lepas kendali, dan tak terima telah ditolak. Ia bahkan terus berusaha mendekati sang gebetan dan memberinya berbagai macam hadiah serta terus mengikutinya kemanapun ia pergi.
"Lo, gak mau coba buka hati buat Kak Jack?" tanya Refan hati-hati.
Jeno menggeleng lemah.
"Gue gak niat menaruh hati sama siapapun," ucapnya.
"Gue gak mau jatuh lagi dan terluka lagi. Gue capek. Udah cukup lama rasanya gue tersiksa karena digantung sama orang yang paling gue sayang," sambung Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neighbour | MarkNo (END)
RomancePunya tetangga ganteng, sedap dipandang mata, tapi ngeselin bin nyebelin itu sebenernya anugrah atau malapetaka sih? #1 MarkNo 18/12/2023 #1 Jenonct 20/01/2024 #1 Marknct 14/03/2024
