32. Jeno atau Donny

2.4K 212 22
                                        

Happy reading

  

   

Jeno menatap Mark dengan tatapan penuh tanda tanya. Melihat air mukanya yang berubah cemas, Jeno tak bisa menahan diri untuk bertanya.

"Mark, ada apa?" tanyanya.

Mark hanya menatapnya dalam diam.

  

"Mark? Itu Jeno? Gimana keadaannya?"

"Kurang baik. Traumanya kambuh. Dia beberapa kali mengalami halusinasi."

  

"Siapa Mark?" tanya Jeno.

"Naja. Eum.. Jen, gue mau ngomong sama Naja dulu di luar, lo gak keberatan kan!?"

"Tapi kan lo udah janji gak bakal kemana-mana," lirih Jeno.

Ia menggenggam tangan Mark dengan erat.

"Gue gak kemana-mana, Jen. Gue cuma mau ngobrol sama Naja bentar di luar."

"Kenapa harus di luar? Kenapa gak disini aja? Apa ada hal yang gue gak boleh tau?"

Rentetan pertanyaan Jeno membuat Mark tak bisa berkata-kata. Naja di seberang telepon turut mendengarnya.

   

"Mark, kasih telponnya ke Jeno. Gue mau ngomong sama dia."

  

Mark menyodorkan ponselnya pada Jeno.

  

"Na..."

"Jen, kamu gapapa?"

"Kamu kemana Na? Kenapa saat aku lagi kaya' gini kamu gak ada disini?"

"Maaf. Ada yang harus aku urus disini."

"Apa Na? Apa yang lebih penting dari aku, sampe kamu ninggalin aku sendiri?"

  

Nada suara Jeno yang bergetar membuat Naja merasa bersalah.

  

"Kamu bilang kamu bakal tetep di deket aku. Kamu bilang kamu bakal terus temenin aku hadapi semuanya bareng-bareng. Tapi mana Na? Mana janjimu?"

"Jen, maaf.. Aku-"

"Aku butuh kamu, Na. Aku butuh kamu ada disni."

 

Air mata Jeno kembali berjatuhan. Fanny mendekatinya dan memeluknya. Ia tahu putranya tengah terpuruk. Ia sedang rapuh.

Sementara di rumah sakit. Tania memperhatikan raut wajah Naja yang menjadi sendu. Ia mengira sesuatu terjadi pada Jeno.

  

"Maaf, aku belum bisa nepatin janji aku buat selalu ada disisi kamu. Tapi nanti aku pulang, Jen. Aku janji. Kamu tunggu aku ya?"

"Tapi kapan Na? Aku butuh kamu sekarang, bukan nanti."

"Aku belum bisa sekarang, Jeno.. Aku-"

     

Kalimat Naja terpotong kala tepukan halus ia rasakan di pundaknya.

Neighbour | MarkNo (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang