35

383 38 7
                                        

Jiyeon melangkah memasuki kediamannya namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakan ibunya, bukan teriakan meminta tolong namun sebuah teriakan akan kemarahan pada seseorang

Dengan langkah perlahan Jiyeon menghampiri ibunya

"Aku tidak mau tahu Song joo, kau tidak bisa menjual vila itu, aku yang merancang desainnya dan bahkan vila itu atas namaku, aku tidak menginginkanmu menjualnya"

"Taeri ku mohon mengertilah, kalau bukan vila itu aku harus menjual yang mana lagi?"

"Itu tugasmu, kau kepala keluarga disini jadi kau cari saja jalan keluarnya"

"Itu jalan keluar satu-satunya Taeri, aku tidak akan mungkin mengorbankan rumah ini" Kesal Songjoo

"Kau cari investor lain Songjoo atau ajukan pinjaman ke Bank"

"Namun nyatanya itu tidak semudah yang kau katakan Taeri" Bentak Songjoo dan memijit tengkuknya

"Perusahaanku di ambang kebangkrutan, aku sudah menjual gedung ku yang di Busan dan bahkan sudah mengurangi pekerja untuk menutupi kerugian, dan aku membutuhkan vila itu Taeri"

"Ini semua karenamu jika bukan karena kau yang memaksa Nayeon untuk bertunangan dengan Sehun ini semua tidak akan terjadi"

Songjoo menatap istrinya kesal, sejak tadi Taeri hanya menyalahkannya

"Apa kau lupa jika kau juga lah yang memberikan ide itu, kau begitu mengagumi Sehun sampai kau tidak ingin melepaskannya"

"Kau juga begitu Songjoo kau memanfaatkan Nayeon untuk mendapatkan Sehun, kau menganggap Sehun adalah orang yang akan membuat perusahaanmu maju, kau juga memanfaatkan popularitas Sehun"

Songjoo menghembuskan napasnya kesal, dia tidak akan menyangkal itu karena itulah kenyataannya, dibanding perusahaannya, perusahaan Sehun lah yang paling besar dan di kenal banyak orang, tentu dia harus memanfaatkan hubungan Nayeon dan Sehun untuk membuat perusahaannya ikut dikenal juga, sebagian investornya pun berasal dari orang-orang yang dekat dengan Sehun karena itu disaat Sehun menarik sahamnya investor yang lain pun ikut menarik sahamnya

"Aku pulang" Lirih Jiyeon membuat Songjoo dan juga Taeri menatap kehadiran Jiyeon terkejut

"Aku minta maaf ayah ibu, karenaku kalian menghadapi masalah seperti ini"

Taeri bergerak kearah Jiyeon, membawa Jiyeon ke pelukannya

"Ini bukan salahmu nak, ini salah kami"

"Tidak ibu, ini salahku, jika saja aku tidak egois dan berpura-pura mati aku yang akan bertunangan dengan Sehun dan Nayeon juga Sehun tidak akan saling mencintai" Tangis Jiyeon pecah, dia merasa bersalah kepada kedua orang tuanya, karena keegoisannya orang tuanya ikut menanggung kesalahan yang dia lakukan

"Jangan salahkan dirimu nak, ini semua salah kami, jika saja kami tidak membawa Nayeon kembali dan menggantikanmu ini tidak akan terjadi" Taeri menghapus air mata Jiyeon dan mencoba menenangkan Jiyeon sedangkan Songjoo memijit pelipisnya

"Aku akan tanggung jawab ibu ayah, aku akan menemui Sehun dan meminta maaf padanya"

Songjoo dan taeri terkejut

"Kau tidak perlu lakukan itu Jiyeon, ayah akan mencari solusi lain"

Jiyeon berjalan kearah ayahnya, dan menggenggam kedua tangan ayahnya

"Ayah, aku adalah anakmu dan kita adalah sebuah keluarga, selama ini ayah dan ibu selalu menjadi tameng untukku dan selalu berdiri didepanku saat aku menghadapi masalah, sekarang biarkan anakmu ini ikut membantumu ayah, aku mohon"

Dont Judge MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang