Semua orang menatap iri ke arah Nayeon, siapa yang tidak iri jika Nayeon memiliki wajah cantik, kemampuan di berbagai bidang, keluarga kaya raya, anak satu-satunya dan juga memiliki tunangan yang tampan dan tak kalah kayanya, yah semua orang iri den...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jeongyeon menikmati liburannya disalah satu pantai di jeju, sesekali dia menghirup napas dalam mencium aroma laut yang sudah lama dia rindukan
"Untukmu" Seseorang duduk disamping Jeongyeon dan menyerahkan minuman untuk Jeongyeon sambil menatap kearah laut dimana ombak berlomba mencapai pesisir pantai
"Kau terlihat bahagia"
Jeongyeon menatap seorang yang di samping nya yang tak lain adalah manager Jung dengan senyum simpulnya
"Sudah lama aku tidak merasakan ini"
Manager Jung hanya tersenyum kecil dan mengangguk kecil
Manager Jung mengalihkan pandangannya ke arah ponsel Jeongyeon yang berbunyi dan memperlihatkan deretan angka disana, sedangkan Jeongyeon hanya menatap sekilas
"Kau tidak mengangkatnya?"
Jeongyeon menggeleng kecil dan kembali menikmati angin yang berembus membelai wajahnya dan membiarkan rambutnya terbang menghalangi wajahnya
"Nomornya terasa familiar" Ucap manager Jung mencoba mengingat deretan angka yang tertera disana
"Jimin?" Tebaknya dan menatap kearah Jeongyeon
"Hm"
"Kenapa tidak mengangkatnya? itu bisa saja sesuatu yang penting"
"Aku sedang cuti, perusahaan pun tau itu, aku hanya tidak ingin diganggu oleh pekerjaan saat ini"
Jeongyeon hanya menghela napasnya dan menatap manager Jung
"Dia menyebalkan, dia brengsek" Ucap Jeongyeon dengan raut wajah kesalnya
"Siapa?"
"Menurutmu?"
Manager Jung diam, dia paham siapa yang dimaksud Jeongyeon
Jeongyeon kembali menatap kearah pantai
"Aku melihatnya dia bersama dengan Eunjung, mereka bahkan.. " Jeongyeon tak melanjutkan perkataannya karena terlalu kesal saat mengingatnya
"Kau, kau tahu JiMin menyukaimu?" Tanya manager Jung dengan rasa penasarannya
"Bukankah terlihat jelas? Dia sudah mengejarku dari dulu tapi dia pengecut dan tidak punya keberanian untuk mendekatiku, aku lelah menunggunya karena itu aku membuka hatiku untuk yang lain dan berkencan dengan pria lain namun meskipun aku menyukai kekasihku saat itu aku tidak bisa membohongi diri aku jika aku masih mengharapkan pria pengecut itu" Jeongyeon tersenyum lirih saat mengingatnya
"Aku memutuskan hubunganku karena aku hanya akan menyakitinya jika terus bersamaku, dan ku pikir pria pengecut itu akan kembali mengejarku dan mengatakan perasaannya namun tetap saja dia tetap diam, dia sungguh pengecut"