Jiyeon menatap kedua orang tuanya dengan bingung, biasanya kedua orang tuanya akan bertanya padanya tentang pekerjaannya atau apapun itu tapi hari ini kedua orang tuanya hanya makan tanpa banyak bicara bahkan hanya menanggapi omongan Jiyeon dengan sangat singkat
"Ada apa? Ayah? Ibu?"
Taeri menatap Jiyeon dan hanya menggelengkan kepalanya
Jiyeon menghentikan makannya dan semakin menatap ibunya bingung, setelahnya ia menatap ayahnya yang sibuk dengan ponselnya tak lupa dengan senyum kecil yang terukir disana
"Sepertinya ayah sedang bahagia"
Song joo menatap Jiyeon dan mengusap kepala Jiyeon dengan lembut
"Kau benar, hari ini ayah sangat bahagia, baiklah habiskan sarapanmu, ayah berangkat dulu"
Songjoo pamit dan meninggalkan meja makan diikuti oleh Taeri
"Apa ayah baru saja mendapatkan client penting?" Ucap Jiyeon saat ia melihat punggung ayahnya semakin menjauh
Sedangkan di rumah kediaman Oh, Nayeon dibuat kesal oleh Sehun lantaran larangan-larangan yang di ucapkan oleh Sehun untuk Nayeon
"Aku hanya sedang hamil bukan sakit Oh Sehun" Nayeon menatap wajah Sehun kesal namun Sehun mengabaikannya dan tetap membawa Nayeon ke meja makan
"Turunkan aku, aku masih bisa jalan"
"Tidak sayang, kau tidak boleh banyak beraktivitas, bagaimana kalau kau lelah dan itu mempengaruhi janinnya"
"Oh ayolah hanya jalan ke ruang makan tidak akan membuatku lelah"
"Diamlah atau aku menciummu disini"
Nayeon hanya berdecih tak suka, sedangkan Sehun tersenyum kecil melihat wajah kesal Nayeon
Sehun meletakkan Nayeon dengan hati-hati diatas kursi dan segera mempersiapkan menu sarapan Nayeon pagi ini.
"Haruskah aku memakan semua ini?"
"Hm, ini adalah menu sehat untuk ibu hamil"
"Kau gila" Decih Nayeon
Sehun hanya terkekeh dan mencium kening Nayeon setelahnya ia duduk di samping Nayeon dan memakan makannya dengan santai
"Aku tidak suka ini, singkirkan"
"Tidak bisa sayang, kau harus memakannya, ini agar anak kita kuat di dalam sana"
"Aku akan memakannya tapi tidak semuanya, bagaimana?"
Sehun menatap Nayeon dan hanya menggelengkan kepalanya yang semakin membuat Nayeon kesal
"Perut aku bukan terbuat dari karet Tuan Muda Oh Sehun"
Sehun tertawa mendengar itu dan mengacak rambut Nayeon dengan gemas
"Aku tidak mengatakan perutmu dari karet sayang, eh bukankah perutmu akan membesar nantinya? Itu berarti perutmu elastis seperti karet"
"YAK!"
Sehun semakin tertawa mendengar nada kemarahan Nayeon
"Baiklah-baiklah tidak usah memakan semuanya"
Nayeon menatap Sehun dengan mata memicingnya
"Aku serius sayang, sekarang makanlah"
Mendengar itu Nayeon akhirnya memakan sarapannya dengan tenang meskipun sedikit kesal juga lantaran Sehun tak berhenti berceloteh disampingnya
****
Chanyeol berjalan kearah parkiran rumah sakit, namun dia harus mengurunkan niatnya untuk melanjutkan perjalanannya karena seseorang yang memakai masker dan topi menghalangi jalannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Dont Judge Me
AlteleSemua orang menatap iri ke arah Nayeon, siapa yang tidak iri jika Nayeon memiliki wajah cantik, kemampuan di berbagai bidang, keluarga kaya raya, anak satu-satunya dan juga memiliki tunangan yang tampan dan tak kalah kayanya, yah semua orang iri den...
