Waktu terasa membeku dan tidak ada gambaran spesifik tentang kapan hal itu terjadi. Harris hanya ingat sekelebat tentang kecelakaan mobil itu. Kemudian, berbagai hal terasa terjadi begitu saja.
Harris terhempas gelombang ombak besar. Ombak itu menghantam keras daratan yang dilaluinya. Harris terlempar dan terdampar di suatu tempat. Saat ia tersadar, tangannya terasa seperti menggenggam pasir.
Dia bangkit berdiri, dan mulai berjalan. Sekitarnya hanya ada hamparan pasir basah, terasa seperti pasir di pantai. Kemudian Harris berjalan ke arah depan. Ia terus berjalan ke depan, hingga nampak di sekelilingnya sebuah kota. Sebuah kota yang telah menjadi puing-puing.
Bangunan-bangunan di sekeliling Harris telah luluh lantak. Tidak ada kehidupan sejauh mata memandang. Yang ada hanya sisa-sisa pemukiman dan air. Air di mana-mana.
Tiba-tiba, dari berbagai penjuru puing-puing kota itu, dari bawah air bermunculan sesuatu. Atau sosok makhluk, yang menyerupai manusia namun kulitnya putih pucat dari kepala sampai kaki. Dan kulit itu juga basah lembap. Mata mereka buta, hanya menyisakan rongga mata yang kopong.
Mereka mengeluarkan suara parau dari apa yang tersisa dari tenggorokan dan mulut mereka. Saat mereka melihat Harris, mereka mendesis dan mulai mengejar ke arahnya.
Harris segera berlari. Namun, meskipun para mayat hidup itu hanya berjalan, mereka bisa langsung menyusul Harris. Mereka menangkapnya, dan mulai menggigit, mencakar, dan merobek tubuhnya perlahan-lahan. Harris menjerit.
Jeritannya tak mengubah apa-apa. Langit di sana tetap biru, pun dengan air yang membasahi daratan dan puing-puing kota itu. ***
KAMU SEDANG MEMBACA
Silent West Motel
Misteri / ThrillerHarris Steed seolah mendapatkan momen kebebasannya. Ia merebut sabatikal/cuti panjang yang sudah ia idam-idamkan (dengan cara yang masih dipertanyakan). Ia melaju sejauh mungkin dari dunia lamanya, hingga suatu ketika ia berhenti di Route 285 Colora...
