6. Ice Prince

17.6K 871 7
                                        

"Ia terlihat seperti pangeran yang tersesat dari negeri lain saat kakinya menari di atas balok es"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ia terlihat seperti pangeran yang tersesat dari negeri lain saat kakinya menari di atas balok es"

🐋🐋🐋



"Kamu ngga papa? Kok dari tadi diem terus? Perasaan pas nonton fine fine aja," tanya Ella—wanita yang sedang berjalan menggandeng lengan Karang.

".....ha?" Karang tersadar. Detik berikutnya mencoba menguasai diri. "Oh, iya maaf kurang fokus,"ucapnya. Ia sudah melamun sepanjang jalan.

"Muka kamu kok khawatir gitu? Kenapa?"

Karang menghentikan langkahnya. Sebentar, kenapa Lara bisa ada disana? Lalu ketiga wanita perundung itu, Lara sedang diganggu lagi?

Bodoh, kenapa dia baru saja menyadarinya sekarang? Mungkin ia yang terlalu buyar karena memikirkan hal lain tadi.

"Ella, aku ada urusan. Kamu pulang naik taksi aja ya?" ucap Karang terburu-buru.

Ella mengernyit "Yaudah, bareng aja aku ikut."

"Ngga bisa."

"Trus kamu biarin aku naik taksi? Aku ngga mau! Aku ngga pernah naik taksi. Kalo mau nunggu supir aku lama!" Ella tiba-tiba kesal sendiri.

Sudah tahu Ella adalah anak semata wayang yang benar dijaga oleh keluarganya. Dirinya yang kemana-mana harus menggunakan supir pribadi karena takut jika naik taksi. Menurutnya kursi penumpang sudah tidak steril karena diduduki banyak orang secara bergantian. Ia tidak mau.

Karang tanpa persetujuan sudah hendak bergerak masuk kedalam mall lagi. "Hati-hati ya pulangnya, sorry."

"Kar, KARANG!"

-

-

-

"Lepas,"

Lara melepas paksa tangannya yang masih ditarik oleh Karang. Membuat lelaki jakung itu menoleh ke arah belakang.

"Lo masih digangguin? Kenapa lo ngga bilang gue kalo masih digangguin?" tanya Karang merasa sedikit marah.

Gadis itu menatap Karang mengernyit. Kenapa dengan cowok ini? Kemarin ditolak, tiba-tiba peduli, tadi jalan dengan cewek lain, lalu sekarang? Kenapa menanyakan itu padahal keduanya sepakat untuk tak mencampuri urusan?

"Kamu siapa? Bukannya kamu asik jalan sama cewek kamu itu? Kenapa peduli?" tanya Lara pedas.

Karang merapatkan bibirnya, tersadar dari ucapannya barusan. Jujur saja, dirinya memang khawatir.

"Dia bukan cewek gue," katanya, berharap gadis didepannya tak memikirkan hal buruk tentangnya.

Sementara Lara yang mendapatkan jawaban itu entah mengapa merasa sedikit lega, tapi emang kalo itu bukan cewek Karang, ada urusan apa dengan dirinya?

Sea For Blue Whales [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang