Nunggu doang apa nunggu bgt???
Happy reading mantemansss
-
-
Lara menatap bukunya berdecak. Ia sangat berusaha untuk memahami rumus-rumus di depannya. Tapi nampaknya otaknya sangat susah untuk berkompromi.
Dengan kesal gadis itu membanting pulpennya. Menjauhkan buku dari depannya lalu kakinya menendang kecil dari bawah.
Karang yang sedari tadi fokus menghadap laptopnya tersadar. Langsung menyunggingkan senyumnya saat menatap wajah Lara yang nampak kesal. Alis gadis itu menyatu, memandang sebal buku depannya.
"Why? Apanya yang susah? Sini," kata Karang bergerak mendekat. Melongok isi buku gadis itu.
"Susah!" keluh Lara.
"Coba sini aku liat." Karang menarik buku Lara untuk memeriksa garapan gadis itu. Memahami letak kesalahan dan mencoba menelitinya.
"Reaksinya udah bener Lara. Nyari hasilkali itu sama kaya nyari konstanta keseimbangan. Harus nyari Ksp dulu. Ini sama dengan reaksi tadi ter-"
"Ngga mau!" Karang menghentikan coretannya. Mengerjap mengangkat sebelah alisnya menatap Lara yang sudah nampak lemas.
Karang mengangguk, menutup bukunya. "Its okay. Ngga usah terusin. Bisa lanjut nanti,"
"Aku nonton kamu aja,"
"Hah?"
"Nunggu kamu. Liat kamu ngerjain,"
"Ngga papa nunggu? Sebentar ya. Aku selesein cepet." kata Karang mengelus rambut Lara sekilas. Lalu kembali menghadap laptopnya.
Alis Lara perlahan mendatar. Terhanyut dengan wajah Karang yang fokus menghadap laptopnya. Terlebih pemuda itu memakai kacamata yang membuat Lara sedikit pangling dengan Karang. Garis wajah yang sempurna, kacamata yang terpantul layar laptop dan wajahnya yang bersinar itu sangat menawan. Bahkan tahi lalat kecil di beberapa titik wajahnya juga menambah kesan manis.
Tanpa sadar kepala Lara dengan perlahan hendak memposisikan berbaring. Tetapi sebelum mendarat di meja, Karang sudah lebih dulu memberikan telapak tangannya. Berniat menjadikan tangannya sebagai bantalan Lara.
Mendapat perlakuan seperti itu, diam-diam ia menyunggingkan senyum kecilnya. Menahan diri agar tidak blushing ditempat. Lalu dengan ragu menempatkan wajahnya di atas tangan Karang.
Mimpi apa Lara semalam sampai mendapatkan pacar begini? Bahkan pemuda itu tak hanya memberikan tangannya sebagai tumpuan, melainkan elusan halus tangannya yang menenangkan.
Sampai perlahan mata Lara terasa berat. Apa yang terjadi setelahnya ia tak tahu. Yang jelas ia terbang dalam mimpinya.
-
-
-
"Ikan... makan dulu." mata Lara berbinar. Sedikit-sedikit ia memberikan makan ikan kecil di aquarium miliknya.
Ikan warna itu dirawat sepenuh hati. Lara tak pernah lupa untuk memberikan makan dan menguras aquarium dibantu dengan Aige ataupun Avi.
Sang tengah yang melihat Lara selalu protektif terhadap ikannya itu mendengus kecil. Waktu awal Avi saking kesalnya pernah mengkobok aquarium itu diam-diam. Heran juga kenapa tidak mati sih?
Tak lama setelah itu suara deru motor terdengar, keduanya yang sedang sibuk masing-masing itu otomatis saling pandang memberi sinyal. Detik selanjutnya mereka dengan cepat melesat kearah pintu depan menyambut kakak sulung yang membawa sekantung plastik berisi martabak manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sea For Blue Whales [TERBIT]
DragosteOPEN PO 23 FEBRUARI - 15 MARET 📚🐋🎀 "Kamu pernah bilang kalau kamu lautku Karang. Seperti namaku, Lara. Kita akan tetap bertemu ditepi saat semua orang mengutarakan lukanya dengan laut. Kamu adalah penyembuh Lara. Kita akan selalu bertemu Karang...
![Sea For Blue Whales [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/363310472-64-k374265.jpg)