BONUS CHAPTER 2

2.7K 141 6
                                        

"Bagus kok! Trendy! Its okay, its okay

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Bagus kok! Trendy! Its okay, its okay... kan yang pake gue. Nggak terlalu pendek ini mah."

Tidak usah ditanya betapa gemetarnya ketiga orang itu menatap Lara yang berputar-putar memamerkan rok pendek serta riasannya pagi ini. Ya, sepertinya Lara benar tergila-gila karena jatuh cinta. Terbukti gadis itu kini mengubah tampilan yang awalnya terkesan polos tak peduli, kini berani bersolek genit.

"Ra, bukan apa-apa. Masalahnya kak Avisena itu..."

Mendengar nama kakak lelakinya disebut, Lara melotot kecil "Sutttt! Udahlah... satu tambah satu berapa?"

Jesya meneguk ludah kesekian kalinya. Merapatkan diri pada Rea si gadis tomboy yang berkacak pinggang kehilangan kata.

"Intinya, ini itu masalah hati, ya, Rea, Abel, Jesya. Ada hati yang harus gue kejar. Mungkin selama ini Kak Karang nggak ngelirik gue karna gue tuh nggak menarik. Kalo dandan gini, kan kali aja kepincut!"

"Dandan mah, yang dipoles mukanya, Ra. Udah too much nggak sih? Rok lo sampe dipendekin gini? Bukannya Karang yang kepincut, yang ada malah kita yang kena omel Avi, dikira ngajarin yang enggak-enggak," jelas Rea memejamkan mata sejenak. Membuang napasnya pelan-pelan, menggunakan nada serendah mungkin.

"Padahal mah... kita yang diajarin dia yang enggak-enggak," cicit Jesya lirih. Langsung menatapkan tatapan tak terima dari Lara. "Kok gitu ngomongnya?!"

Gadis pendek itu menatap mereka satu persatu dengan raut wajah sedih. Menggoyangkan seluruh tubuhnya dengan kaki yang dihentak kesal. Ya, dia tantrum karena keinginannya seperti dibantah oleh teman-temannya. Bisa tidak sih? Untuk kali ini saja kerja samanya?

Ketiga orang itu jadi saling pandang. Persetanan dengan misi Lara mengejar kakak kelas tampan itu, yang akan mereka hadapi jika Lara berulah beginu adalah Avisena! Kakak lelakinya!

"Ya? Ayo dong supportnya mana supportnya mana?!" kata Lara menggebu, menggoyangkan pundak temannya satu persatu. "Ayolahhh, ini gue udah cantik rawrrr rawrrr aum aum banget!"

Sejujurnya saking takutnya dengan Avisena dan printilan-printilannya, Jesya nyaris ingin menangis saat itu. Aish, Lara ini selalu ada saja tingkahnya. 

"Terserah deh..." kata Rea pasrah, yang saat itu juga mendapat kecupan sayang dari bibir Lara tepat di pipinya. Gadis tomboy itu mengeluh, tapi Lara malah semakin loncat kegirangan karena liptint miliknya terbukti transferproof.

Kini posisi mereka berada di tikungan dekat laboratorium. Lara sudah tahu bahwa jadwal pelajaran kelas kakaknya akan melakukan praktikum di lab yang otomatis melewati tempatnya saat ini. 

Oke, baiklah. Kini dia hanya perlu menunggu waktu. Dan tidak lama setelahnya, rombongan yang lebih dulu datang malah rombongannya Avisena. Itulah yang menjadi bencananya saat ini. Dengan melotot panik, Lara beradu tatap dengan kakaknya yang sudah diam mematung dengan wajah yang mengeruh. Alis pemuda itu tertaut, menamati Lara dari atas sampai bawah. 

Sea For Blue Whales [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang