OPEN PO 23 FEBRUARI - 15 MARET 📚🐋🎀
"Kamu pernah bilang kalau kamu lautku Karang. Seperti namaku, Lara. Kita akan tetap bertemu ditepi saat semua orang mengutarakan lukanya dengan laut. Kamu adalah penyembuh Lara. Kita akan selalu bertemu Karang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Setiap aku tatap wajah polosnya, aku selalu merasa bahwa dunia ini terlihat lebih sederhana."—Karang."
🐋🐋🐋
Pelajaran sudah selesai. Avi masih tidur, buku tugas yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya itu tersentak kecil. Langsung mendapati Aryan yang menggoyangkan tubuhnya. "Bangun Vi, dah baik."
Avi mengulat kecil. Mengumpulkan nyawanya yang masih belum sepenuhnya kumpul. Satu persatu meninggalkan ruangan kelas. Lalu dirinya reflek bangun saat Selena berlari kecil seperti sedang mengejar seseorang.
"Eh jaket gua Sel—"
Detik selanjutnya Avi menyadari ada yang tidak beres dari ekspresi gadis itu. "Yan, nanti kalo ketemu Lara bilang suruh nunggu parkiran ya?"
"Hm," jawab Aryan singkat.
Pemuda itu segera mengemasi barangnya. Berlari menyusul Selena yang wajahnya mengeruh. Lalu langkahnya terhenti saat di tikungan koridor sepi.
Tepat disana, Selena nampak berbicara serius dengan Karang.
Sebenarnya cukup biasa juga Selena dekat dan akrab mengobrol dengan Karang. Tapi kali ini sepertinya pembicaraan mereka seintens itu. Sampai pada saat tangan Selena bergerak menggenggam tangan Karang.
Avi mengeraskan rahangnya. Ia memanas. Apa gadis itu masih tak paham saat Avi memberikan perhatian kecil padanya? Kenapa berakhirnya selalu pada Karang?
"Dorr!"
"Eh ayam!"
Jantung Avisena seakan nyaris lepas. Ia terkeju, padahal dirinya sudah merasa seperti dalam edegan FTV yang patah hati melihat pujaan hati digandeng orang lain.
Nampak Abim dengan sekantong box risol jualannya tersenyum menyeringai tak berdosa. Di susul si sawo matang kekar Bobi yang memasukkan tangannya kedalam saku. Alvin, Reksa mengekori dan Rosa Miyawa—cewek keturunan Jepang yang menjadi teman sebangku Selena juga menyembul di belakang punggung Bobi.
"Ck, ngapain, sih, lo ngagetin!" runtuk Avi.
"Hehe, abis lo ngumpet kek gitu ada paan, sih?" kepala Abim mengintip penasaran. Membuat Rosa di sebelahnya langsung menjambak pemuda itu.
"Heh diem, Selena lagi menyelesaikan prahara rumah tangga. Jangan rusak momenp," ucapnya sudah duluan mengetahuinya.
"Emang mereka pacaran? Setahu gue cuma se circle sama anak inter doang," ujar Reksa.
"Tau apa, sih, lo? Nih, ya, mereka tuh backstreet, cewek jaim kan gitu. Mereka adalah pasangan konglomerat kita di sekolah ini," kata Rosa yang kini sudah seperti emak-emak nguping tetangga.