DAPET NOVELNYA?

1.3K 63 9
                                        

ehehe izin up deh, gabut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ehehe izin up deh, gabut ...

-






Suara Lara yang kecil tiba-tiba pecah memenuhi seluruh ruangan dalam rumah sederhana mereka. Tangis Lara tak karuan. Aige dengan kepalang terus mengelus kepala Lara yang benjot akibat tendangan tak sengaja dari Avisena saat mereka bercanda.

"Kan udah gue bilang, Vi ... berhenti. Kalo udah ketawa kenceng pasti endingnya ada yang nangis,” kata Aige berdecak. Ia begitu panik karena tangis Lara yang tak kunjung mereda.

Sementara Avisena — si pelaku itu hanya mampu menatap dari kejauhan, merasa bersalah. Ingin ikut menenangkan tapi adiknya semakin teriak jika dia mendekat seinci saja. Maka tidak ada yang bisa ia lakukan selain duduk di sofa dengan kedua kakinya yang melipat, sibuk memainkan kertas di tangannya.

“Nggak sengaja, Ge.”

"Nggak sengaja tapi tadi gue suruh udah malah dilanjutin terus?!” sentak Aige. Bergerak mengangkat wajah Lara untuk melihat benjolan di dahinya, semakin marah karena kulitnya sudah berubah keunguan. Dengan gemas menyambar benda di dekatnya lalu ia lemparkan pada adik tengahnya yang terlalu banyak tingkah itu.

"Udah, berhenti nangisnya! Bales nanti kalo habis makan. Sekarang makan dulu. Mau pake telor? Iya?” tanya Aige berusaha mengalihkan.

"Nggak mau!”

"Ya Lara maunya apa?!” balas Aige, sudah mulai lelah meladeni Lara yang tak kunjung tenang. Suaranya berubah parau sampai tenggorokannya terbatuk-batuk, terlalu lama menangis.

“Yupi mau yupi?” tawar Avi tanpa dosa. Membuat Lara semakin merengek sengit.

“Avisena!” pekik Aige semakin emosi. Avi ini salah bukannya intropeksi malah semakin mengompori!

“Ayo lohh … bilang maunya gimana? Ini Avi mau pergi, udah ditungguin sama temen-temen Avi,” decak Avi kesal. Kini melangkah mendekat.

“Kemana?”

Avi tersentak kecil, berikutnya menipiskan bibir. Ah, kenapa harus bilang? Lara pasti akan meminta Avi untuk tidak pergi!

“Ambil buku ke rumah Ian,” jawab Avi alasan.

“Bohong!”

“Beneran …”

“Ikut!” desak Lara membuat Avi gelisah.

"Nggak usah, bentar doang suerrrr! Nanti Avi lewat warung minta bawain apa deh? Avi beliin.”

Lara tak menjawab, ia malah bergerak mengunci tubuh Avi dengan pelukannya. Tidak, ia tidak ingin Avi pergi malam minggu ini! Avi menghela napas berat, menatap kakak sulungnya penuh permohonan. Tangannya memberi isyarat untuk meminta izin sekali ini saja, tolong lepaskan Lara dari tubuhnya. Ia akan berlari kencang setelah ini.

Aige yang sudah tau konsekuensinya membuat ekspresi mengeruh. Alisnya menyatu, menggeleng sebagai bentuk penolakan. Namun Avi tak gentar, ia membuat ekspresi semelas mungkin agar Aige berpihak untuk membantunya kali ini. Maka Aige tak memiliki pilihan. Perlahan ia tarik lengan Lara yang merangkul erat pada Avi-nya itu.

“Ra, mau dongeng paus nggak?”

“AVI!!!!” pekik Lara panik. Aige benar memeganginya erat. Sementara Avi meraih jaket dan kunci motornya penuh kemenangan. Sempat mencium dahi Lara sekilas.

“Avi beliin martabak nanti. Dadaaaahhh!!” Lara tentu semakin merengek. Tapi Aige benar mencekal kaki dan tangannya sangat kuat sehingga dia tidak mampu bergerak.

"Mau Gege bacain dongeng apa Gege tanya soal matematika?” goda Aige membuat Lara tangis Lara semakin kencang. Lalu setelahnya, Aige tidak berhenti tertawa melihat betapa frustasinya Lara yang kalut itu.

Pagi harinya, Lara merasa gerah sekaligus sesuatu berat melingkar perutnya. Alisnya berkerut. Gadis itu membuka mata, mengerjap pelan. Pandangannya langsung melebar begitu mendapati wajah pemuda yang tidur di sampingnya tanpa sepengetahuannya.

Avisena? Alis Lara menyatu, ia bergerak sedikit menjauh. Bangkit setengah tubuh lalu mengucak matanya. Ia mendengus. Amarah sisa semalam masih membungkus dadanya. Dan tanpa pikir panjang ….

Plak!

"Aduh!”



entahlah, aku tuh selalu kangen sama mereka bertiga, sering bikin short scene begini 😞🙏🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

entahlah, aku tuh selalu kangen sama mereka bertiga, sering bikin short scene begini 😞🙏🏻

sudah dapat novelnya? ada yang belum dapat? udah close PO 😞, aku tidak tahu ada novelnya lagi kapan, kalau kalian mau bisa aku tanyakan dengan penerbitku yaaaaa

perlu tidak?

bisa dm ke Instagram penerbitku atau instagramku yaaa


aku pengen kalian ketemu AAK versi novel 😞🙏🏻

Sea For Blue Whales [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang