Holaaa
Maaf ya bikin nunggu
Happy reading
-
-
Kalara 🐋 💕 : aku dateng terlambat ya, semangat.
Karang mendengus kecil. Merasa lemas seketika. Menyimpan kembali ponselnya dalam tas. Selanjutnya menatap beberapa teman basketnya yang sudah heboh rebutan cilung.
"Eh ini punya gue anjing!"
"Gua belom kebagian!"
"Baladonya dikit amat. Harusnya tuh banyakin tadi,"
"Keburu goblok. Lo cuma makan doang masih protes setan."
Begitulah mereka yang berebut mengambil cilung di dalam satu plastik milik Reksa. Cilung depan SMANSA terkenal enak, jadi dalam kunjungan tanding basket ini tidak akan mereka sia-siakan.
"Cilung lima biji doang bangsat gue cuma kebagian bumbu," gerutu Taka yang baru saja menyeruak bergabung setelah menyapa teman cantiknya di sekolah ini.
"Ck, bisa ngga sih ngga usah malu-maluin dulu? Gue harus bangun image classy. Mantan gua banyak disini."
"Bob, mau cilung ngga?"
Bobi yang baru mengucap, melebarkan matanya. Langsung mendekat Reksa semangat. "Mau."
Reksa mengumpat kecil. Gaya Bobi sudah selangit tapi tidak bisa menolak pesona cilung SMANSA. Kini mereka sudah berada di pinggir lapangan basket. Menunggu kelompok lawan yang belum tiba di sana.
Kelompok basket Avi malah sibuk sendiri. Mengabaikan fans-fans mereka yang ada di sekolah tetangga ini.
Sementara si kapten sibuk mengobrol menyapa para gadis di pinggir tribun. Yang selanjutnya mengedarkan pandangan memicingkan mata mencari keberadaan orang yang sangat ingin dia temui.
"Nyariin gue?"
Haydar Mighfar-kapten basket SMANSA. Pemuda berperawakan tinggi itu berjalan mengarah Avi dengan gerombolan anak basket timnya. Ia tersenyum miring, menampakkan wajah sombongnya.
Bisa dibilang Haydar adalah salah satu pembenci Avisena. Ia sering membuat masalah dengan pemuda itu. Bukan urusan basket saja, bahkan di sirkuit keduanya selalu memiliki rumor sengit yang tiada habisnya. Pernah membuat pertengkaran hebat kala itu. Berujung Haydar yang dilarikan ke rumah sakit karena salah satu tangannya patah.
Jarang muncul lagi dihadapan Avi, sepertinya dia nampak lumayan membaik sekarang. Dengan nyali yang sama. Pemuda itu masih tak kapok menantang Avi setelah tangannya patah.
"Turunin pandangan lo, nanti kalo kalah ngga malu amat," ujarnya tersenyum smirk. Yang seketika mendapatkan sorakan kecil dari teman basketnya.
Avi berdecih. Terkekeh kecil mengalihkan wajahnya sesaat. Menatap Haydar dari atas sampai bawah sembari menggaruk hidungnya yang tak gatal. "Tangan lo udah sembuh?" tanya Avi sarkas.
Senyum kesombongan itu seketika luntur. Terganti dengan wajah mengeruh dengan rahang yang mengeras. Berusaha nampak berani.
Avi yang melihat itu seketika tertawa kecil. Menepuk pundak Haydar yang masih mematung memandang sengit. "Gua khawatir sama lo. Seriusan. Chill aja lah sama pertandingan basket kita. Bawa nama sekolah. Bukan harga diri lo," sambung Avi. Selanjutnya berjalan untuk bergabung dengan tim basketnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sea For Blue Whales [TERBIT]
RomanceOPEN PO 23 FEBRUARI - 15 MARET 📚🐋🎀 "Kamu pernah bilang kalau kamu lautku Karang. Seperti namaku, Lara. Kita akan tetap bertemu ditepi saat semua orang mengutarakan lukanya dengan laut. Kamu adalah penyembuh Lara. Kita akan selalu bertemu Karang...
![Sea For Blue Whales [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/363310472-64-k374265.jpg)