2. Mantra Lupa Kehilangan

28K 1.3K 30
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di balik sepasang earphone rapuh,
ia temukan pelukan yang tak harus ia lihat raganya.

🐋🐋🐋

Bagaimana bisa manusia bisa begitu mudah melupakan seseorang yang telah tiada? Apakah ada trik tersendiri? Mantra mujarab yang dirapalkan? Atau mungkin harus menebar kebencian karena dirinya ditinggalkan? Lara tidak paham. Seumur hidupnya ia terjebak dengan ketidak relaan.

Sudah sekitar lima belas menit Lara berdiri mendongak. Menatap bingkai foto yang terpasang di dinding bawah tangga. Foto sosok Bundanya yang sedang tersenyum lembut. Senyuman yang selalu ia rindukan disetiap harinya.

Gadis itu mengerjap. Terdengar suara pintu dibuka dari atas. Mungkin kakaknya sudah bangun. Jam menunjukkan pukul lima pagi. Lara selalu bangun setengah jam lebih awal hanya untuk memandangi foto almarhum bundanya. Mengingat wajah bunda yang sudah tiada agar selalu terpatri di fikirannya.

Mungkin karena sudah lama rasanya ditinggal, perlahan ingatan itu luntur. Wajahnya, suaranya, senyumnya. Maka dari itu, Lara selalu melakukan hal sama setiap harinya untuk selalu mengingat bundanya.

"Udah bangun?" Aige Nata Handaru-kakak lelaki pertama turun dari tangga. Iya, Lara memiliki dua kakak laki-laki. Aige dan Avi. Ia adalah mahasiswa baru. Kuliah di UI dengan beasiswa. Aige memang pintar dan sering mengikuti kejuaraan sains. Dia juga menjadi duta Matematika se Jakarta. Berkat prestasinya, jenjang pendidikan dimudahkan.

Jarak umur mereka memang dekat. Fyi, dulu Aige juga bersekolah di Swadaya. Sempat menjabat jadi ketua OSIS yang pastinya namanya masih terkenal sampai sekarang. Menjadi sejarah ketos tampan di sekolah mereka.

Aige tulang punggung dari keluarga kecil ini. Seperti itulah karena dia yang menjadi tertua dan ditakdirkan bertanggung jawab atas kehidupan kedua adiknya.

Ia dan kedua adiknya seorang piatu. Sepeninggalan sang Ibunda, mereka memilih untuk mandiri menjalankan hidup. Ayah yang tak pernah muncul dihidup mereka sehingga ketiganya sepakat untuk menghapus sejarah sang Ayah dari kehidupan mereka.

Dengan segala pertimbangan, Aige yang sudah memiliki pemikiran dewasa memilih untuk menetap di rumah peninggalan Bunda. Mengandalkan uang pensiun dari Bunda saja tidak cukup. Dia juga seorang penulis. Beberapa buku sudah berhasil di terbitan olehnya. Ia berpenghasilan juga dari situ, tetapi Aige memang anak yang rajin, maka dari itu ia mengambil kerja part time di sebuah cafe untuk berjaga-jaga memenuhi kebutuhan.

"Mimpi apa semalem?" Aige membuka kulkas, meneguk air mineral yang dia ambil.

Lara meraih i pod usangnya di atas meja, bergerak mendekat duduk di kursi meja makan. "Mimpi jadi raja risol,"

Aige yang baru saja meneguk air tersedak, tak kuasa menahan tawanya. Wajahnya masih bantal tapi tampan. Pemuda itu setiap bangun tidur selalu menanyakan hal sama pada Lara, dia mimpi apa?

Sea For Blue Whales [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang