Empat

675 30 48
                                        

3 Tahun Sebelumnya...

Cheryl sibuk merapikan lokernya usai kelas olahraga hari ini, biasanya ia ditemani Noah. Namun, sejak 10 menit lalu, Noah menghilang ke toilet dan belum juga kembali.

Suasana hati Cheryl sejujurnya sedang tidak dalam kondisi yang baik, terutama setelah lagi-lagi menerima perlakuan ketus dari Leo yang masih menyisakan rasa tersinggung di dalam hatinya.

"Here we go again," gumam Cheryl frustrasi sambil memandang tumpukan surat di dalam lokernya. Setiap hari ia harus membersihkan sampah surat yang entah darimana asalnya.

Mungkin Cheryl tidak terlalu sadar bagaimana orang-orang menyorotinya sejak dia pindah ke sini.

Gadis blasteran cantik dengan wajah Amerika-Tionghoa dan tubuh tinggi semampai, serta barang-barang bermerek yang melekat padanya, menandakan bahwa Cheryl bukanlah dari keluarga biasa. Meskipun dia selalu tertutup tentang latar belakangnya, siapa pun pasti tertarik dengan aura misterius yang memancar darinya.

Sepucuk surat berwarna pink beraroma parfum mawar menarik perhatian Cheryl.

"Jangan bilang.." Cheryl bergumam paranoid.

Cheryl membuka surat itu terburu-buru.

Dear Cheryl,

Aku lihat kamu hari ini cantik banget, seperti hari pertama kamu di sekolah ini. Aku perhatiin rambutmu udah tumbuh lebih panjang—sekitar lima sentimeter dari terakhir kali aku lihat. Pinggangmu juga makin ramping. Kamu lagi ada masalah pencernaan, ya? Aku tahu kamu bolak-balik ke toilet buat muntah belakangan ini. Aku khawatir sama kamu, Cheryl.

Lehermu itu... sempurna. Indah banget, terutama kalau kamu nguncir rambut. Jangan pernah nutupin lehermu, ya. Tapi satu hal yang aku benci adalah Noah. Dia selalu ada di dekat kamu. Selalu menghalangi aku buat lebih dekat. Kamu tahu, kan? Aku tergila-gila sama kamu, Cheryl. Kamu itu milik aku.

Oh, ya. Jangan lupa cek HP kamu. Ingat, aku selalu ngawasin kamu.

-love.

Cheryl meraba saku seragamnya, mencari ponselnya. Telapak tangannya mulai basah oleh keringat dingin. Ia buru-buru membuka ponsel, berharap surat itu hanya lelucon buruk. Tapi saat ia melihat pesan dari nomor tak dikenal, napasnya tersentak.

Isi pesannya membuat bulu kuduknya berdiri. Foto-foto dirinya memenuhi layar: saat ia turun dari mobil pagi ini, saat sarapan di kafetaria, ketika bercanda dengan Noah, saat Cheryl sedang olahraga... bahkan ada foto dirinya yang sedang melepas baju olahraga di ruang ganti.

Jari-jarinya gemetar saat membaca pesan yang menyertainya.

'Kamu sempurna, Cheryl. Aku nggak sabar buat lebih dekat sama kamu. Jangan lupa, aku selalu ada di mana pun kamu berada. Selalu.'

Cheryl menatap layar ponselnya, kengerian menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia merasa seperti ribuan mata sedang mengintainya, mengawasinya dari tempat yang tak terlihat.

"Bajingan!" Tekan Cheryl berbisik. Emosi Cheryl sudah di ubun-ubun! Ini sudah sangat keterlaluan!

Cheryl menutup kasar lokernya, kemudian melangkah mantap menuju kelas si pelaku pengirim surat ini.

Make You Feel My LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang